Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Virus Pneumonia Misterius di China Mewabah, Kadis Pariwisata: Kepri Masih Aman

Kompas.com - 21/01/2020, 06:02 WIB
Hadi Maulana,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

BATAM, KOMPAS.com – Mewabahnya penyakit Pneumonia misterius di China sejauh ini belum mempengaruhi kebijakan wisata Indonesia.

Meski saat ini dilaporkan dua orang diketahui telah meninggal dunia karena virus tersebut, yang terjadi pertama kali di kota Wuhan, China bagian timur, pada Desember 2019 lalu.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) Buralimar melalui sambungan selulernya mengatakan sampai saat ini masyarakat Kepri tidak perlu khawatir. 

Karena sejauh ini memang belum ada arahan atau intruksi dari pusat terkait virus misterius yang sudah mulai heboh di China.

"Saya sudah tahu terkait wabah Pneumonia tersebut. Namun pusat dalam hal ini Kemenpar belum memberikan instruksi apapun terkait wisman asal China yang berkunjung ke Indonesia, Khususnya Kepri,” kata Buralimar, Senin (20/1/2020).

 Baca juga: Soal Virus Mematikan Asal China, Menkes: Semua Bandara dan Pelabuhan Waspada

Wisman asal China

Diakuinya Kepri memang banyak dikunjungi wisman asal China, namun hal itu tidak perlu dikawatirkan. 

Karena pemerintah tentunya tidak tinggal diam, hanya saja sampai saat ini wabah tersebut belum terlalu mengkhawatirkan.

“Menurut saya kasus ini lebih ke Dinas Kesehatan terkait upaya antisipasinya dan sejauh ini kita tetap koordinasi dengan Dinas Kesehatan terkait virus ini,” jelasnya.

Senada juga diungkapkan Kadispar Batam, Ardi Winata yang mengaku untuk Batam masih terbilang aman.

Baca juga: Cegah Virus Pneumonia Asal China, Masyarakat Diimbau Pakai Pelindung Diri

Batam masih aman

Sampai saat ini juga belum ada temuan dampak dari kunjungan wisman asal China yang datang ke Batam.

“Kami terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan, dan jika sudah ada temuan tentunya pasti aka nada arahan dari Kepri maupun pusat,” kata Ardi.

Di China sendiri, virus ini juga belum terbilang membahayakan, sehingga tidak perlu dikhawatirkan terhadap wisman asal China yang berkunjung ke Batam.

Sebelumnya ada 41 kasus virus baru yang dikonfirmasi di laboratorium, tetapi para ahli di Inggris memperkirakan jumlahnya mendekati 1.700.

Baca juga: Antisipasi Virus dari China, Dinkes Bali Imbau Bandara Pasang Thermoscanner

Virus misterius, merebak di Wuhan China

China telah melaporkan bahwa coronavirus baru yang berasal dari pasar makanan laut Huanan Wuhan telah menyebabkan kematian ketiga dan menginfeksi hampir 200 orang sejauh ini.

Pada 20 Januari, dilaporkan 139 kasus pneumonia baru selama akhir pekan. Jumlah ini bertambah dari 62 kasus yang diketahui sebelumnya.

Dua kasus dilaporkan oleh komisi kesehatan Daxing Beijing. Sementara kasus lain dikonfirmasi di Shenzhen oleh komisi kesehatan provinsi Guangdong selatan.

Baca juga: 2 Orang di China Meninggal akibat Virus Misterius Mirip SARS

 

Selain itu, kematian ketiga juga telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Dilansir dari Reuters, meskipun terjadi lonjakan kasus yang dilaporkan, Komisi Kesehatan Nasional China meyakinkan dalam sebuah pernyataan pada 19 Januari bahwa wabah pneumonia masih "dapat dikendalikan".

Namun sampai saat ini, sumber virus tetap tidak teridentifikasi.

Baca juga: Virus Misterius China Diduga Telah Menginfeksi 1.700 Orang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com