Menolak Ditawari Jadi Member MeMiles, Pinkan Mambo: Enggak Jelas

Kompas.com - 20/01/2020, 17:37 WIB
Pinkan Mambo datangi Polda Jatim untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus Investasi MeMiles, Senin (20/1/2020). KOMPAS.COM/A. FAIZALPinkan Mambo datangi Polda Jatim untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus Investasi MeMiles, Senin (20/1/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Penyanyi Pinkan Mambo mengaku sama sekali tidak terlibat dalam kasus investasi MeMiles yang saat ini sedang disidik Polda Jatim.

Dia mengaku, sempat ditawari untuk menjadi member, namun dia menolak karena menurutnya investasi tersebut tidak jelas.

"Pernah ditawari, tapi aku enggak pernah mau. Karena enggak jelas ya kan, saya kan harus pinter-pinter pilih bisnis," kata Pelantun lagu "Kekasih Yang Tak Dianggap" itu usai diperiksa sebagai saksi di gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim, Senin (20/1/2020).

Baca juga: Pinkan Mambo Jadi Saksi Kasus MeMiles

Pinkan diperiksa penyidik Polda Jatim karena pernah menghadiri acara MeMiles sebagai penyanyi penghibur.

"Kalau untuk undangan menyanyi dalam suatu acara ya saya terima, kan lumayan buat bayar cicilan mobil dan buat beli tas, supaya infotaintmen kalau lihat tasnya pinkan enggak itu-itu saja," kelakar dia.

Karena mengaku sibuk mengurus anak di rumah, Pinkan mendatangi pemeriksaan lebih awal dari yang dijadwalkan penyidik.

Pinkan mulai masuk ruang pemeriksaan pukul 06.30 WIB dan keluar pukul 11.00 WIB.

Selama 4 jam lebih diperiksa, Pinkan mengaku menjawab 30 pertanyaan penyidik.

Pinkan adalah publik figur yang ketiga, yang diperiksa penyidik Polda Jatim sebagai saksi dalam penyidikan kasus investasi MeMiles.

Sebelum Pinkan, polisi juga sudah memeriksa penyanyi Eka Deli dan Marcello Tahitoe pada pekan lalu.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Bukannya Kabur Saat Dipergoki Polisi, Belasan Pembalak Liar Malah Santai

Regional
120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

120 Boks Masker di Dinkes Cilegon Hilang Dicuri, Pelakunya PNS dan Honorer di Dinkes

Regional
Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Saat Akan Ditangkap, Pelaku Ini Kelabui Polisi dengan Alasan Buang Air Kecil Lalu Melarikan Diri

Regional
Enam Bulan Diselidiki,  Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Enam Bulan Diselidiki, Kapal Pengangkut Kayu Ilegal Berhasil Ditangkap di Riau

Regional
Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Update Tracing Pelatihan Petugas Haji di Surabaya: 11 Orang Positif Covid-19, 1 Meninggal

Regional
Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Elemen Sipil Sebut Jam Malam Timbulkan Trauma Masa Konflik Aceh

Regional
Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Tiba di Solo, Pemudik Dijemput Bus Menuju Tempat Karantina

Regional
Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Kronologi Puluhan Warga Kampung Hadang Polisi Setelah Pergoki Belasan Pembalak Liar

Regional
Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Komunitas Kopi Jabar Bagikan 1.000 Botol Kopi ke Tenaga Medis Covid-19

Regional
Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Data Covid-19 Pemprov Sumbar Beda dengan Nasional

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Regional
Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Kesal Tak Diberi Uang untuk Beli Motor, Pemuda di Cianjur Bakar Rumah Orangtuanya

Regional
Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Bantah Nikahi Anak 7 Tahun, Syekh Puji: Ada Skenario Permintaan Uang Rp 35 M dan Ancaman

Regional
Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Pergoki Pembalak Liar, Polisi Malah Dihadang Puluhan Warga Kampung

Regional
65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

65 Napi di Nusakambangan Dibebaskan akibat Wabah Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X