Polisi Tetapkan Tersangka Korupsi Ambruknya Atap SD Gentong Pasuruan

Kompas.com - 07/01/2020, 18:11 WIB
Atap empat kelas di UPT SDN Gentong, di Jalan KH Sepuh No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang ambruk, Selasa (5/11/2019) Surya.co.idAtap empat kelas di UPT SDN Gentong, di Jalan KH Sepuh No 49, Kelurahan Gentong, Kecamatan Gadingrejo, Kota Pasuruan, yang ambruk, Selasa (5/11/2019)

SURABAYA, KOMPAS.com - Polisi sudah menetapkan seorang tersangka dugaan korupsi dalam kasus robohnya atap SD Negeri Gentong, Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Namun, polisi belum menjelaskan detail mengenai identitas tersangka itu.

"Nanti tersangka akan dipanggil dan sekalian akan kami rilis," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim Kombes Gidion Arif Setyawan, Selasa (7/1/2020).

Baca juga: Mendikbud Nadiem Pastikan Investigasi Tuntas soal Robohnya SDN Gentong

Selain menetapkan tersangka, polisi juga sudah mengamankan barang bukti dan berkas nilai kerugian berdasarkan analisis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menurut informasi, tersangka tersebut dari pejabat yang menangani pengadaan dan proyek di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.

Ambruknya atap SDN Gentong Kota Pasuruan pada 5 November 2019 lalu, menewaskan seorang murid dan seorang guru.

Sementara, akibat atap yang ambruk itu, belasan murid mengalami luka-luka.

Polisi menurunkan 2 tim untuk menyelidiki kasus tersebut dari sisi pidana umum dan pidana khusus dalam dugaan kasus korupsi.

Baca juga: Suami Istri Tewas Tertimpa Pohon di Surabaya

Pada kasus pidana umum, Ditreskrimum Polda Jatim menetapkan 2 tersangka yakni DM selaku kontraktor pengerjaan proyek, dan SE selaku pihak mandor proyek yang ditunjuk pihak SDN Gentong.

Ditreskrimum Polda Jatim sudah menyerahkan 2 tersangka tersebut berikut berkas perkaranya ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

"Berkas perkaranya sudah P21 atau dinyatakan sempurna. Hari ini berkas perkara dan 2 tersangkanya kami limpahkan ke Kejati Jatim," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 359 KUHP dan atau Pasal 360 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Richard Marpaung mengatakan, usai dilimpahkan oleh polisi, tersangka dan berkas perkara akan dibawa ke Kejaksaan Negeri Pasuruan.

"Sidang akan digelar di Pengadilan Negeri Pasuruan, karena lokasi kasusnya ada di Pasuruan," ujar Richard.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Corona, Setiap Pelanggar Akan Ditindak

Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Corona, Setiap Pelanggar Akan Ditindak

Regional
Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Kisah Perawat Positif Covid-19, Sering Ditanya Anak Balitanya 'Kapan Pulang' hingga Berjuang Sembuh

Regional
Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Selama 2 Bulan Pemerintah Aceh Berlakukan Jam Malam Cegah Penyebaran Corona

Regional
UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

UPDATE: 11 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bogor, 2 Pasien Sembuh, 1 Meninggal

Regional
Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Cerita Bupati Garut Lihat Sendiri ODP Corona Asyik Jalan-jalan Naik Motor

Regional
Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Wabah Corona, Rumah Dinas Bupati Banyuwangi Dijadikan Ruang Isolasi Darurat

Regional
Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Kasus Pertama di Banyuwangi, Satu PDP Positif Virus Corona

Regional
Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Agar ODP Corona Tak Keluar Rumah, Pemkab Garut Berikan Biaya Hidup Rp 50.000 Per Hari

Regional
3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

3 PDP Corona yang Diisolasi di RSUD Kudus Meninggal Dunia

Regional
Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Cegah Penularan Virus Corona, Bupati Bogor Minta Jakarta Dilockdown

Regional
Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Regional
Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Wali Kota Tegal: Saya Ajak Gubernur, Wali Kota, Isolasi Daerah Masing-masing Sebelum Menyesal

Regional
Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Bupati Tolitoli Tutup Seluruh Akses Keluar Masuk ke Wilayahnya Cegah Penyebaran Corona

Regional
Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Kronologi Mahasiswa Serang dan Caci Maki Polisi Saat Sedang Sosialisasi Pencegahan Corona

Regional
1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

1 Pasien Positif Covid-19 di Balikpapan Meninggal, Berasal dari Klaster Ijtima Ulama Dunia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X