Terbesar Sedunia, Bunga Rafflesia di Agam Dijaga Ketat

Kompas.com - 02/01/2020, 07:04 WIB
Bunga rafflesia jenis tuan-mudae terbesar di dunia mekar di Agam, Rabu (1/1/2020) KOMPAS.COM/PERDANA PUTRABunga rafflesia jenis tuan-mudae terbesar di dunia mekar di Agam, Rabu (1/1/2020)

PADANG, KOMPAS.com - Bertepatan dengan pergantian tahun, bunga Rafflesia jenis tuan-mudae terbesar di dunia mekar di kawasan Cagar Alam Maninjau di Nagari Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Bunga langka dan dilindungi itu memiliki diameter 111 sentimeter dan merupakan rekor terbesar di dunia.

Sebelumnya rekor bunga terbesar jenis rafflesia tuan-mudae ini hanya berdiameter 107 sentimeter dan ditemukan di lokasi yang sama dengan inang sama.

"Ini rekor bunga rafflesia tuan-mudae yang terbesar di dunia dengan diameter 111 centimeter," kata Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Khairi Ramadhan yang dihubungi Kompas.com, Rabu (1/1/2020).

Baca juga: Bunga Rafflesia Terbesar di Dunia Akan Mekar di Agam, Tepat 1 Januari 2020

Khairi mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap bunga yang dilindungi undang-undang itu sejak 24 Desember lalu.

"Dan hari ini, bunga rafflesia ini mekar sempurna," kata Khairi.

Khairi mengatakan, tahun 2017 lalu ditemukan di lokasi yang sama rafflesia raksasa dengan ukuran diameter 107 sentimeter.

Bunga itu mengalahkan rafflesia asal Filipina yang berdiameter 100 sentimeter.

Jenis bunga ini pertama kali ditemukan oleh BKSDA Sumbar berdasarkan hasil pengamatan dengan ahli bunga rafflesia asal Universitas Bengkulu, Dr Agus Susatya pada akhir tahun 2017 lalu.

"Tahun 2017 lalu ditemukan jenis yang sama dengan diameter 107 sentimeter. Ini mengalahkan bunga asal Filipina yang hanya berdiameter 100 sentimeter. Hari ini ditemukan yang lebih besar lagi dengan 111 sentimeter," kata Khairi.

Selain melakukan pengawasan yang ketat, BKSDA Sumbar juga telah membuat papan informasi larangan agar tidak merusak bunga itu.

"Kita telah memasang papan informasi dan larangan agar tidak merusak bunga itu karena dilindungi Undang-undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya," jelas Khairi.

Baca juga: Bunga Langka Rafflesia Patma Koleksi Kebun Raya Bogor Kembali Mekar

Menurut Khairi, di Agam terdapat 13 titik sebaran populasi bunga rafflesia yang sebagian besar terdapat di daerah sekeliling Danau Maninjau.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Tak Liburkan Sekolah Saat Wabah Corona, Kini Wali Kota Prabumulih Minta Siswa Belajar di Rumah

Regional
Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Siswi SMP di OKU yang Dibunuh dan Diperkosa Dimakamkan, Kepsek : Murid Pendiam dan Rajin

Regional
Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Warga Bantul Positif Virus Corona Meninggal Dunia

Regional
Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Jual Cincin Emas, Wanita di Aceh Sumbangkan Masker dan Hand Sanitizer ke Driver Ojol

Regional
Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Siswi SD Dicabuli di Bukit Cinta Kupang oleh Kenalan dari Medsos

Regional
Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat 'Live' Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Kisah PDP Hamil di Padang Sidempuan, Sempat "Live" Facebook dan Meninggal di Perjalanan Rujuk ke Medan

Regional
Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Sembuh dari Virus Corona, Kajari Bantul Sampaikan Permintaan Maaf

Regional
Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Sebelum Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Orangtua Siswi SMP Sempat Curiga dan Khawatir

Regional
Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Bantu Penangan Corona, Singapura Berikan Bantuan 20.000 Test Kit ke Batam

Regional
Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Wali Kota Salatiga Umumkan Pasien PDP Corona Meninggal

Regional
Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka, Berikut Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Regional
Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Beredar Video Warga Menolak Didata Petugas untuk Karantina Mandiri, Wali Kota Solo: Tidak Boleh Marah-marah

Regional
Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Cinta Bertepuk Sebelah Tangan Sang Pembina Pramuka Berujung Pembunuhan, Berawal dari Pesan Facebook

Regional
Lagi, Pasien PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Lagi, Pasien PDP Virus Corona di Kota Tegal Meninggal Dunia

Regional
Longsor di Tanah Datar, Dua Warga Hilang dan Empat Rumah Rusak Berat

Longsor di Tanah Datar, Dua Warga Hilang dan Empat Rumah Rusak Berat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X