Bus Rombongan Guru TK Asal Tulungagung Terjun ke Sungai, Hindari Truk Mogok dan 5 Tewas

Kompas.com - 07/12/2019, 16:47 WIB
Bus yang mengangkut rombongan guru pengawas dan kepala sekolah TK asal Kabupaten Tulungagung yang masuk ke sungai di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019). Dikabarkan lima orang meninggal akibat kecelakaan itu. (ANTARA Jatim/ HO)Bus yang mengangkut rombongan guru pengawas dan kepala sekolah TK asal Kabupaten Tulungagung yang masuk ke sungai di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019). Dikabarkan lima orang meninggal akibat kecelakaan itu.

KOMPAS.com - Sebanyak lima penumpang tewas dan sekitar 24 luka-luka saat terjadi kecelakaan bus pariwisata di sebuah jembatan di Kecamatan Kesamben, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (7/12/2019).

Bus PO Fabian Anugrah Trans tersebut diketahui mengangkut rombongan guru pengawas dan kepala sekolah taman kanak-kanak asal Tulungagung. Rombongan berencana menghabiskan akhir pekan di Pasuruan.

Dilansir dari Antara, sekitar pukul 06.30, bus dengan nomor polisi AG 7555 UR melaju dari arah barat melintas jembatan di Kecamatan Kesamben.

Pada saat yang bersamaan, sebuah truk tronton diketahui sedang berhenti karena mogok di atas jembatan tersebut. 

Bus diduga menghindar ke kanan dan menabrak satu sepeda motor dari arah timur. Diduga hilang kendali, selanjutnya bus naas itu terjun ke sungai.

"Saat ini para korban kami evakuasi dibawa ke rumah sakit. Untuk kendaraan juga masih proses evakuasi berlanjut," kata Kepala Unit Laka Lantas Polres Blitar Ipda Didik Sugianto.

Baca juga: 5 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus yang Angkut Guru TK, Awalnya Hendak Berakhir Pekan

Para korban luka-luka dan korban tewas segera dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo, Blitar. Pihak rumah sakit membenarkan hal tersebut. 

"Total yang dibawa ke RS di Wlingi (RSUD Ngudi Waluyo Blitar) ada 29 penumpang. Sedangkan, yang meninggal dunia ada lima," kata Direktur RSUD Ngudi Waluyo Kabupaten Blitar, Endah Woro, saat dikonfirmasi, Sabtu.

Berdasar data yang diperoleh, dari lima orang yang tewas itu, empat di antaranya warga Tulungagung, yakni Siti Fatimah (50) warga Kecamatan Gondang, Anita (46) dan Naksabandi (58) warga Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, lalu Kasihatin kepala sekolah TK Perwari.

Sementara itu, Endah mengatakan, untuk 24 penumpang bus yang mengalami luka, dua diantaranya luka berat.

Yang luka berat ada dua, lainnya luka sedang. Lukanya di anggota tubuh, misalnya kepala, dan lainnya. Untuk saat ini, kami observasi dan masih di ruang IGD. Jika hasilnya (observasi) memungkinkan untuk dioperasi, kami siapkan semua," kata Endah. (David Oliver Purba).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X