Sempat Lari, Paman yang Bunuh Keponakan Tertangkap di Maros, Ini Pengakuannya

Kompas.com - 05/12/2019, 13:52 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar menangkap Abdurrahman alias AR (51), pria yang menganiaya Fi (14) hingga tewas. 

Fi yang tak lain keponakan AR sendiri. Kejadian itu terjadi di Makassar, Rabu (4/12/2019). Sementara pelaku tertangkap di Maros

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan bahwa Abdurrahman sebelumnya sempat melarikan diri usai melempar Fi dengan batu tajam. 


Batu tajam itu mengenai bagian kepala belakang Fi saat keduanya kerja bangunan di Perumahan Summarecon, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sabtu (30/11/2019) lalu. 

"Lemparannya itu mengenai belakang leher sebelah kiri mungkin disini ada urat yang menghubungkan aliran darah ke otak, kena (korban) langsung pingsan dibawa ke rumah sakit dan meninggal," kata Yudhiawan saat merilis kasus di Polrestabes Makassar, Kamis (5/12/2019).

Baca juga: Wanita Pemecah Batu di Tapteng Tewas Tertimpa Batu Besar

Gara-gara saling ejek

Yudhiawan mengatakan Abdurrahman nekat melempari keponakannya dengan bongkahan batu tajam karena merasa tersinggung setelah keduanya saling ejek saat sedang mencampur bahan bagunan di perumahan tempat kerjanya. 

Yudhiawan menyebut setelah mengetahui keponakannya tak sadarkan diri, Abdurrahman langsung melarikan diri dengan memakai motor pinjaman rekan kerjanya. 

"Namun, pelaku akhirnya ditangkap setelah diketahui mengembalikan motor yang dipinjamnya," tutur Yudhiawan. 

Yudhiawan mengatakan bahwa Abdurrahman disangkakan Pasal 80 Ayat 3 Juncto Pasal 76 C UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang penghapusan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. 

"Jadi sebenarnya anak ini tidak boleh kerja. Ini jelas, identitas pelaku dan saksi saksi yang cukup kuat untuk menjerat tersangka ini mempertanggungjawabkan perbuatannya," tutup Yudhiawan. 

Pengakuan pelaku

Sementara itu, si pelaku pembunuhan Abdurrahman mengungkapkan bahwa setelah dirinya melempari Fi dengan batu, Fi masih sempat bekerja bersama dirinya. 

Setelah melihat keponakannya tak sadarkan diri, Abdurrahman sempat memanggil rekan kerjanya dan membawa korban ke rumah sakit. Namun, sesampainya di rumah sakit, Fi dinyatakan meninggal dunia. 

"Sempat bekerja sama saya lalu tidak sadar dan jatuh," singkat Abdurrahman. 

Baca juga: Cerita Lamidi, Paman Balita yang Tewas dengan Kulit Melepuh Setelah Berobat di Klinik

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X