Gara-gara Bangkai Babi Dibuang di Sungai, Penjualan Ikan di Medan Anjlok

Kompas.com - 04/12/2019, 14:38 WIB
Warga membawa bangkai babi yang dibuang pemiliknya di Danau Siombak Marelan, Medan, Sumatera Utara, Senin (11/11/2019). Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut mencatat sedikitnya ada 4.682 babi mati yang diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut. ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANAWarga membawa bangkai babi yang dibuang pemiliknya di Danau Siombak Marelan, Medan, Sumatera Utara, Senin (11/11/2019). Data Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut mencatat sedikitnya ada 4.682 babi mati yang diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut.

MEDAN, KOMPAS.com - Pedagang ikan di Pusat Pasar Medan, Sumatera Utara, mengeluhkan penjualan ikan yang anjlok.

Hal ini disebabkan bangkai babi yang dibuang sembarangan oleh orang tidak bertanggung jawab di sungai.

Salah satu pedagang ikan di Pusat Pasar Medan, Dias mengatakan, jika biasanya dalam satu hari, dua hingga empat fiber ikan habis terjual, saat ini ikan yang terjual hanya 1 fiber saja. 

Dalam 1 fiber minimal berisi 100 kg hingga 130 kg ikan.

"Biasanya 2 sampai 4 fiber habis. Sekarang ini 1 fiber pun tak habis," ujar Dias, saat ditemui di Pusat Pasar Medan, Rabu (4/12/2019).

Baca juga: Data Terbaru, Virus Hog Cholera Menyebar ke 16 Kabupaten, 10.298 Babi Mati di Sumut

Ikan camin yang dijual oleh tokenya itu berasal dari Sibolga dan Aceh. Ikan dijual Rp 30.000 per kg kepada penjual makanan rantangan.

Dias mengatakan, bangkai babi yang dibuang di Sungai Bedagai benar-benar membuat penjualan ikan menjadi sulit.

 

 

"Entah lah, penjualan anjlok sejak beberapa bulan ini. Susah kali jual ikannya, gara-gara babi itu lah," ujar dia.

Erik, penjual ikan nila dari Danau Toba mengatakan, penjualan ikan nila mengalami peningkatan.

 

Kini banyak warga yang beralih ke ikan yang dipelihara di kolam.

Namun dia enggan menyebutkan berapa kenaikannya karena merasa tidak enak hati dengan penjual ikan laut.

"Meningkatlah penjualan, karena banyak warga kan yang tak mau beli ikan laut, larinya ke sini. Berapa persen, tak usah lah, kasihan mereka," ujar dia.

Baca juga: Ramai soal Hog Cholera di Sumut, Apa Itu?

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi saat mengunjungi Pusat Pasar Medan kembali menegaskan bahwa virus hog cholera yang menyerang ternak babi di Sumatera Utara hanya menyerang pada babi saja.  

"(hog cholera) itu tidak ada pengaruh ke binatang lain, tumbuhan juga tidak. Dia khusus menyerang babi dan saat ini, dalam waktu dekat selesai. Masyarakat saya imbau tetap makan ikan karena sangat berguna untuk otak, tubuh sehat. Ke depan akan pulih seperti sedia kala," ujar Edy.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Regional
Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta 'Prom Night' di Hotel...

Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta "Prom Night" di Hotel...

Regional
Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Regional
Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Regional
Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Regional
Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Regional
Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Kepergok Istri

Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Kepergok Istri

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

Regional
'Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta'

"Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta"

Regional
Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Regional
Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Regional
Ganjar Sebut Seluruh ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 Merupakan Orang Tanpa Gejala

Ganjar Sebut Seluruh ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 Merupakan Orang Tanpa Gejala

Regional
Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kantor Bupati Kutai Timur Disegel KPK | Video Viral Wanita Joget di Suramadu

[POPULER NUSANTARA] Kantor Bupati Kutai Timur Disegel KPK | Video Viral Wanita Joget di Suramadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X