Dua Ekor Anjing Liar Mengamuk, Gigit 6 Warga Bima

Kompas.com - 03/12/2019, 16:22 WIB
Ilustrasi anjing tverkhovinetsIlustrasi anjing

BIMA, KOMPAS.com - Dua ekor anjing liar mengamuk dan menggigit 6 orang warga sekaligus di Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (3/12/2019).

Dari enam korban gigitan anjing ini, tiga di antaranya merupakan murid SD dan SMP. Mereka digigit anjing di bagian kaki hingga terpaksa harus dilarikan ke Puskesmas terdekat.

Ketiganya adalah Muhamad Afwan (9), Ais Selfilia (12) dan Dika Aulia (14).

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Desa Maria, Selasa pagi.

Baca juga: Sejumlah Domba Warga Probolinggo Mati Diserang Anjing Liar

 

Saat itu, tiga bocah laki-laki dan perempuan itu hendak berangkat ke sekolah.

Tiba-tiba seekor anjing liar datang menyerang hingga menggigit mereka di lokasi kejadian.

Dari informasi yang diperoleh, anjing yang menyerang tiga orang pelajar juga menggigit seorang ibu rumah tangga, Rahmawati, saat mengantar anaknya ke sekolah.

Selain itu, pada hari yang sama, anjing yang berbeda juga menyerang dua warga lain di Desa Pesa. Mereka adalah Jamaludin (50) dan Ibrahim (70)

Akibat gigitan anjing tersebut, Ibrahim mengalami luka di bagian dahi. Sedangkan Jamaludin, digigit hingga jari telunjungnya terputus.

Setelah menggigit, dua ekor anjing liar yang menyerang 6 orang sekaligus itu dilaporkan telah dibunuh warga. Sedangkan para korban langsung mendapat perawatan medis.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Ir Abdullah saat dihubungi membenarkan bahwa enam warga telah dilarikan ke puskesmas.

Tiba di Puskesmas Wawo, kata dia, dokter langsung membersihkan luka gigitan, dan enam korban diobati dengan diberi antiseptik agar tidak tertular rabies.

"Iya, para korban gigitan anjing tersebut sudah mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR) dari layanan kesehatan di Puskesmas Wawo," kata Abdullah.

Baca juga: Digigit Anak Anjing Liar, Pemuda di Bali Meninggal karena Rabies

Setelah mengetahui adanya korban gagitan anjing gila, Abdullah mengaku langsung mengambil tindakan.

Untuk mengetahui apakah anjing tersebut positif terpapar rabies, pihaknya sudah membawa organ yakni otak anjing tersebut untuk diteliti petugas laboratorium.

"Anjing yang menggigit warga itu berjumlah dua ekor, dan seluruhnya telah dibunuh oleh warga. Kemudian kami ambil sampel otaknya untuk diteliti di Denpasar. Setelah itu, baru kita bisa simpulkan apakah positif rabies atau tidak," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Coret Dinding dan Sobek Al Quran di Mushala Tangerang

Polisi Masih Dalami Motif Pelaku Coret Dinding dan Sobek Al Quran di Mushala Tangerang

Regional
Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Milik Polisi Korban Kecelakaan yang Terluka dan Tak Berdaya

Driver Ojol Bawa Lari Tas Berisi Pistol Milik Polisi Korban Kecelakaan yang Terluka dan Tak Berdaya

Regional
Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Acara Hiburan Pesta Pernikahan Dibubarkan oleh Polisi, Tuan Rumah Sempat Menolak

Regional
Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Terkait Dugaan Korupsi, Polisi Geledah Kantor Dinas PUPR Kalbar

Regional
Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Pengiriman 301 Kilogram Ganja ke Bogor Terungkap, Begini Modus Pelaku

Regional
Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Wagub Kalbar Positif Covid-19: Kemungkinan Saya Terpapar di Lingkungan Kantor

Regional
Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Dinilai Tak Sesuai Syariat Islam, Pemakaman Jenazah dengan Protokol Covid-19 Ditolak Warga

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, Ini Pertimbangannya

Regional
Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Tambah 16 Orang, Total 32 Tenaga Medis RSUD Soedono Madiun Positif Covid-19

Regional
Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Alami Gejala Diare, Wagub Kalbar Ternyata Positif Covid-19

Regional
Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Bukannya Menolong Polisi yang Kecelakaan, Driver Ojol Malah Bawa Lari Tas Berisi Pistol

Regional
Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Uji Materi UU Minerba yang Diajukan Pemprov Babel Ditolak MK, Ini Alasannya

Regional
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Terinfeksi Virus Corona

Regional
Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Gendong Jasad Bayinya, Maria Menangis Histeris, Suami dan Anak Kembar Tewas Tertimbun Longsor

Regional
Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Selama Sebulan, 60 Orang Ditangkap karena Kasus Narkoba di Labuhanbatu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X