13 Siswa Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Sragen Masih Dirawat di RS

Kompas.com - 21/11/2019, 15:22 WIB
Kepala SMKN 1 Miri Sragen, Sarno ditemui di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKepala SMKN 1 Miri Sragen, Sarno ditemui di Sragen, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019).

SRAGEN, KOMPAS.com - Sebanyak 13 siswa SMKN 1 Miri, Sragen, Jawa Tengah, korban robohnya aula sekolah masih dirawat di rumah sakit.

Hal tersebut disampaikan Kepala SMKN 1 Miri, Sarno dihubungi Kompas.com, Kamis (21/11/2019).

Sarno mengatakan, dari jumlah itu, tiga siswa dirawat di RSK Karima Utama, dua orang di RS PKU Muhammadiyah Surakarta, satu orang di RSUD dr Moewardi dan tujuh orang siswa di RSUD Sragen.

Baca juga: Fakta Atap Aula SMKN di Sragen Roboh Diterjang Angin dan Hujan, 22 Siswa Jadi Korban hingga Sempat Diingatkan Guru

Mereka yang dirawat di rumah sakit sebagian besar merupakan siswa kelas X. Ada siswa dari kelas XI dan XII masing-masing satu orang.

"Nanti kita berikan santunan keluarga (siswa) yang jadi korban robohnya aula kemarin. Intinya kita menumbuhkan kepedulian teman-temannya," kata Sarno.

Sarno mengatakan, semua biaya pengobatan siswa di rumah sakit ditanggung oleh Pemkab Sragen dan Provinsi Jateng.

Ada pun aula sekolah yang roboh diterjang angin kencang telah dibersihkan secara gotong-royong para relawan dan sekolah.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan memberikan bantuan pengobatan kepada siswa yang menjadi korban robohnya aula SMKN 1 Miri, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (20/11/2019) sore.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Sragen, Dedy Endriyatno ditemui saat meninjau robohnya aula sekolah setempat.

"Tentu Pemkab akan memberikan bantuan pengobatan kepada siswa," kata Dedy.

Untuk memberikan bantuan pengobatan tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Pasalnya, pengelolaan SMK sekarang di bawah pemerintah provinsi.

Baca juga: 5 Fakta Robohnya Aula SMKN di Sragen, Dibangun Tahun 2015 dan 22 Siswa Tertimbun Saat Berteduh

Dedy juga menjelaskan, pemberian bantuan pengobatan itu agar para orangtua siswa tidak terbebani oleh biaya.

"Harapan kita bisa membantu korban ini dalam pengobatannya," jelasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Janjikan Lulus CPNS, Nenek 74 Tahun Bawa Kabur Uang Rp 250 Juta Milik Korban

Janjikan Lulus CPNS, Nenek 74 Tahun Bawa Kabur Uang Rp 250 Juta Milik Korban

Regional
Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Selain karena Harta Warisan, Ibu Kalsum Adukan Anaknya soal Pencemaran Nama Baik

Regional
Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta 'Prom Night' di Hotel...

Saat Pandemi, 70 Siswa SMK Itu Pesta "Prom Night" di Hotel...

Regional
Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Tolak Permintaan Maaf, Keluarga Ngotot Laporkan Anak Ibu Kalsum ke Polisi

Regional
Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Terobosan Kampung Tangkal Covid-19 Bantu Warga Kena PHK: Lahan Penuh Ular Jadi Kebun Sayur, Saluran Kumuh Jadi Tambak Ikan

Regional
Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya soal Harta Warisan, Polisi: Belum Tentu Bisa Jadi Laporan

Regional
Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Sempat Ingin Dipenjarakan, Ibu Kalsum Adukan Balik Anaknya ke Polisi soal Harta Warisan

Regional
Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Tepergok Istri

Fakta Ayah Cabuli Anak Kandung, Dilakukan Selama 10 Tahun, Tepergok Istri

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Ini 2 Opsi bagi Pemkot

Regional
TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

TNI Pasang Patok di Kantor Wali Kota Magelang, Komandan: Mereka Tempati Aset Kami

Regional
'Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta'

"Beras 10 Kilogram Itu Seharga 4 Gram Emas, Kalau Dibeli dengan Uang Rp 2 Juta"

Regional
Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Cerita Suroto, Tiduran 10 Tahun di Kamar dan Pernah Dipenjara

Regional
Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Perjuangan Paramita Jalani Hidup Pascagempa Palu, Lumpuh Separuh Badan dan Andalkan Suami

Regional
Ganjar Sebut Semua ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 merupakan Orang Tanpa Gejala

Ganjar Sebut Semua ASN Pemprov Jateng yang Terjangkit Covid-19 merupakan Orang Tanpa Gejala

Regional
Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Risma Usul Pasien Covid-19 Sekali Swab Bisa Pulang, Ini Tanggapan RSUD Soetomo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X