Kompas.com - 17/11/2019, 21:41 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau peternakan profesional ayam petelur milik Haji Kholik di Desa Kambingan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Minggu (17/11/2019). KOMPAS.COM/A. FAIZALGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau peternakan profesional ayam petelur milik Haji Kholik di Desa Kambingan Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Minggu (17/11/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan produk telur ayam dari Jawa Timur aman dan tetap sehat untuk dikonsumsi.

Telur dari peternak ayam di Jawa Timur, kata mantan menteri sosial ini, adalah hasil peternakan ayam yang menganut prinsip good farming practices.

Good farming practices, kata dia, adalah tata laksana peternakan yang meliputi segala aktivitas teknis dan higienis dalam hal pemeliharaan, sistem pemberian pakan, sanitasi, serta pencegahan dan pengobatan penyakit.

Baca juga: 810.000 Telur Terjual Melalui Speaker Cerdas Alibaba

"Sebagian besar telur ayam yang diproduksi di Jawa Timur diproduksi dengan prinsip good farming practices, jadi aman untuk dikonsumsi," kata Khofifah, Minggu (17/11/2019).

Penegasan tersebut menyusul hasil riset tentang bahaya sampah plastik dirilis aliansi kelompok lingkungan hidup Indonesia dan asing belum lama ini.

Kontaminasi bahaya plastik dalam riset tersebut ditemukan dalam sebuah telur dari ayam yang mencari makan di sekitar lokasi tumpukan plastik yang dibuat untuk bahan bakar produksi Tahu di Desa Tropodo Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Baca juga: Pria di India Tewas Saat Makan 50 Butir Telur demi Taruhan Rp 395.000

Menurut hasil riset yang dirilis, telur tersebut mengandung dioksin, polutan yang dikenal dapat menyebabkan penyakit kanker, parkinson, hingga cacat saat lahir.

Bahkan kandungan dioksin dalamnya tertinggi kedua di Asia setelah telur yang dikumpulkan dekat Bien Hoa, bekas pangkalan udara AS saat Perang Vietnam.

Khofifah mengaku menghormati hasil riset tersebut, namun dia memastikan jika hasil tersebut tidak mewakili produk telur asal Jawa Timur.

"Sampel riset hanya telur dari ayam kampung yang dipelihara bukan dengan cara Good farming practices, namun dipelihara dengan cara rumahan biasa," terangnya.

Baca juga: Amankah Makan Telur Bagi Orang dengan Diabetes?

Di sisi lain dia menegaskan jika sebagian besar telur yang diproduksi asal Jawa Timur atau 96,3 persen diproduksi secara Good farming practices, hanya 3,7 persen yang diproduksi dengan cara rumahan.

Produksi telur unggas di Jawa Timur pada tahun 2018 mencapai 543,56 ribu Ton atau setara 8,2 miliar butir telur. Jumlah itu berkontribusi sebesar 29 persen terhadap kebutuhan telur nasional atau peringkat 1 nasional dari provinsi lainnya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X