Tertimbun 5 Jam, Korban Longsor Pertambangan Clay Ditemukan Tewas

Kompas.com - 14/11/2019, 23:16 WIB
Alat berat sedang menyisir material longsor untuk mencari pekerja yang tertimbun di areal pertambangan tanah clay di Gunuang Sariak, Padang, Kamis (14/11/2019). Setelah lima jam tertimbun, korban ditemukan tewas. KOMPAS.com/PERDANA PUTRAAlat berat sedang menyisir material longsor untuk mencari pekerja yang tertimbun di areal pertambangan tanah clay di Gunuang Sariak, Padang, Kamis (14/11/2019). Setelah lima jam tertimbun, korban ditemukan tewas.

PADANG, KOMPAS.com - Satu korban longsor di kawasan pertambangan tanah clay di Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat akhirnya ditemukan.

RH (22) ditemukan dalam keadaan tewas setelah tertimbun material longsor hampir lima jam dari kejadian.

Operator ekskavator itu ditemukan tidak jauh dari excavatornya dengan kedalaman sekitar 4 meter dan terhimpit batu pada pukul 19.00 WIB.

"Korban yang sempat tidak ditemukan akhirnya berhasil kita evakuasi. Korban tewas setelah tertimbun material longsor hampir selama 5 jam," kata Koordinator Rescue Basarnas Padang, Ryan Agus Saputra kepada Kompas.com, Kamis (14/11/2019).


Baca juga: Pertambangan Tanah Clay Longsor, 2 Pekerja Tertimbun 1 Tewas

Ryan mengatakan dengan ditemukannya RH maka kedua korban longsor tersebut sudah ditemukan dan pencarian korban dihentikan.

Sebelumnya S (50), sopir truk yang juga tertimbun material longsor sudah ditemukan terlebih dahulu dalam kondisi tewas.

"Kedua korban telah ditemukan. Dengan demikian, proses pencarian sudah berakhir," kata Ryan.

Dua korban tertimbun

Sebelumnya diberitakan, kawasan pertambangan tanah clay di Gunung Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat mengalami longsor, Kamis (14/11/2019).

Akibatnya, dua orang pekerja tertimbun material longsor. Satu orang diantaranya ditemukan dalam keadaan tewas. Sedangkan seorang lainnya masih dalam pencarian.

Dua pekerja yang tertimbun itu adalah S (50), sopir truk yang ditemukan tewas terhimpit truknya.

Kemudian RH (22), operator ekskavator yang sempat belum ditemukan akhirnya ditemukan dalam keadaan tewas.

Baca juga: DLHK Karawang Telusuri 2 Mata Air yang Terancam Pertambangan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X