DLHK Karawang Telusuri 2 Mata Air yang Terancam Pertambangan

Kompas.com - 01/11/2019, 08:35 WIB
Relawan tengah memadamkan titik api di Gunung Sirnalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang dengan tanah, Rabu (23/10/2019). KOMPAS.com/FARIDA FARHAN Relawan tengah memadamkan titik api di Gunung Sirnalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang dengan tanah, Rabu (23/10/2019).

KARAWANG, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan menelusuri temuan dua titik mata air di Gunung Sirnalanggeng, Kecamatan Tegalwaru.

"Akan kita telusuri via kecamatan, desa dan kader lingkungan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang Wawan Setiawan dihubungi Kompas.com, Jumat (1/11/2019).

Wawan mengatakan, sejauh ini pihaknya belum mengetahui adanya dua mata air di Gunung Sirnalanggeng, dekat dengan areal pertambangan PT Atlasindo Utama.

"Belum hapal," katanya.


Baca juga: 2 Mata Air Abadi di Gunung Sirnalanggeng Karawang Terancam Pertambangan

Sebelumnya, Bara Rimba menemukan dua titik mata air di Gunung Sirnalanggeng, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Karawang, saat ikut serta pemadam potensi api di gunung yang ditambang PT Atlasindo Utama itu. Mata air itupun digunakan warga sekitar.

Kepala Kesatuan Bara Rimba Nuraidah menyebutkan, dua titik mata air tersebut diketahui termasuk mata air permanen, yang artinya sepanjang tahun mata air ini tetap mengalir walaupun masuk musim kemarau.

"Mata air tetap mengalir walau pada saat musim kemarau panjang seperti saat ini," katanya.

Baca juga: Kekeringan di Gunungkidul, Sumber Air Mulai Habis, Anggaran Menipis

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Kecamatan Tegalwaru merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Karawang bagian selatan yang terdampak kekeringan paling parah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Kepokanan di Lampung

Ini Modus Ayah Perkosa Anak Tiri dan Kepokanan di Lampung

Regional
Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Api Muncul dari Bekas Longsoran Tanah Hebohkan Warga di NTT

Regional
Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Lima Warga Diterjang Banjir dan Longsor di Pasaman, Satu Tewas dan Satu Hilang

Regional
Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Regional
5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

5 Fakta Penipuan Wedding Organizer di Cianjur, Tergiur Harga Murah hingga Korban Terus Bertambah

Regional
Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Tebing Longsor di Sukabumi, 5 Kepala Keluarga Diungsikan

Regional
Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Dalam 4 Tahun, 81.686 Koperasi di Indonesia Dibubarkan, Ini Sebabnya

Regional
Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Riau Bakal Hadapi Kemarau Panjang, TNI Gunakan Alat Canggih Atasi Karhutla

Regional
Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Bupati Bogor Tawarkan Liburan kepada Yusuf Sepulang dari Wuhan

Regional
Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Asal Aceh Diduga Dijual di Malaysia, Ini Kronologinya

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Tergiur Potongan Harga 50 Persen

Regional
Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Di Balik Penonaktifan Dosen Unnes yang Diduga Hina Jokowi, Status 8 Bulan Lalu hingga Kasus Plagiarisme

Regional
Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Korban Penipuan Wedding Organizer di Cianjur Terus Bertambah Jadi 24 Orang

Regional
Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta Rupiah dan Hanya Dapat Bunga Kering

Tertipu Wedding Organizer Abal-abal, Bayar Puluhan Juta Rupiah dan Hanya Dapat Bunga Kering

Regional
Anggaran Perbaikan Tak Mencukupi, 6.128 Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Masih Rusak

Anggaran Perbaikan Tak Mencukupi, 6.128 Ruang Kelas SD di Tasikmalaya Masih Rusak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X