Puisi Siswi SMA untuk Penderita Gangguan Jiwa yang Bikin Hadirin Tertunduk Haru

Kompas.com - 01/11/2019, 13:00 WIB
Maria Jesica Juliani (16), siswi jurusan IPA di SMAN 1 Borong membawakan puisi di Seminar Kesehatan Jiwa di Aula Kevikepan Borong, Kamis, (31/10/2019). Puisinya dengan tema Kami Ingin Bebas. KOMPAS.com/MARKUS MAKURMaria Jesica Juliani (16), siswi jurusan IPA di SMAN 1 Borong membawakan puisi di Seminar Kesehatan Jiwa di Aula Kevikepan Borong, Kamis, (31/10/2019). Puisinya dengan tema Kami Ingin Bebas.

BORONG, KOMPAS.com - Maria Jesica juliani, siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Borong, di Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), memiliki kepedulian terhadap warga korban pemasungan di daerahnya.

Jesica menjadi salah satu pengisi acara dalam Seminar Nasional Kesehatan Jiwa Manggarai Timur, Kamis (31/10/2019).

Seminar tersebut dalam rangka Hari Kesehatan Jiwa Sedunia dengan tema "Mengupayakan Kesehatan Jiwa di Manggarai Timur: Bebas Pasung, Bongkar Stigma, dan Stop Diskrimansi terhadap Orang dengan Gangguan Jiwa".

Baca juga: Gadis 16 Tahun di NTT Diikat dan Dianiaya, Ini Motif Para Pelaku

Namun, kehadiran Jesica bukan untuk menjadi pembicara diskusi. Gadis berusia 16 tahun yang memilih jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) itu membacakan sebuah puisi yang dia buat sendiri.

Puisi tersebut didedikasikan untuk para penderita gangguan jiwa di Manggarai Timur dan wilayah NTT lainnya.

Puisi tersebut juga untuk menggugah pemerintah dan masyarakat untuk memberikan perhatian kepada penderita gangguan jiwa yang dipasung.

"Saya bangga diberikan kepercayaan oleh relawan Kelompok Kasih Insanis (KKI) peduli orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) Manggarai Timur. Ada banyak saudara dan saudari yang mengalami gangguan jiwa di wilayah ini yang masih dipasung dan belum diperhatikan," kata Jesica.

Berikut kata-kata dalam puisi berjudul "Kami Ingin Bebas" yang dibacakan Jesica:

Semua ini tidak mudah

Kami hanya ingin bilang

Kami tidak dapat merasakan apapun lagi

Kami tidak tahu apa itu senang

Kami tidak tahu apa itu sedih

Kami hanya makan, minum, tidur tanpa merasakan apapun

Kami bahagia tersenyum, tertawa tanpa merasakan apapun

Ini hanya tubuh kami tanpa jiwa kami

Namun, hanya satu hal yang kami tahu, kami ingin bebas, kami manusia yang punya perasaan

Kami mengeluh bukan tanpa alasan

Hanya saja semua ini melelahkan

Hormat kami untuk Bapak yang duduk di singgasana

Kami hanya butuh perhatian, tidak lebih

Kami, yang pernah dikucilkan oleh mereka yang merasa berkuasa

Asa yang seolah hancur dilukai beribu duri

Masih kurangkah telinga itu mendengar keluh kesa kami?

Hei para pemimpin berdasi, katanya ingin memberikan bukti bukan janji

Lantas tak pernah kalian melihat kami

Bak tahanan yang dihukum sampai mati

Kedua kaki ini menjadi saksi bahwa realita hidup tak semanis ekspetasi

Hidup kami kalian bentuk bagaikan tepung

Kalian olah dengan porsi kalian sendiri

Kalian jalankan bak pion kecil di atas papan catur

Bau bangkai kami tidak kalian hiraukan

Beri kami kebebasan !!!

Sungguh, suara kalian tenang bagaikan tiupan angin sepoi

Menipu manis dalam retorika kebijakan

Terbelenggu dalam ruang dan waktu

Kami hanya mampu berteriak kecil

Pulihkan kami, bebaskan kami dari belenggu ini

Tolong kami mohon !!!

Sebagian peserta seminar tak kuasa menahan tangis saat puisi dibacakan. Lirik dalam puisi tersebut dianggap sesuai dengan fakta yang terjadi di Manggarai Timur.

Bahkan, seluruh peserta seminar menundukan kepala sambil berlinang air mata.

Florianus Harson dan Albertus Harianto, dua peserta seminar tersebut mengungkapkan, puisi Jesica menusuk hati nurani dan menggugah perasaan.

"Kami sangat tersentuh dengan puisi yang menyentuh bagian-bagian hati dan pikiran yang ada dalam diri kami. Puisi ini sangat menohok bagi siapa saja yang mendengarkannya, karena fakta yang terus terjadi yang dialami para penderita gangguan jiwa di wilayah ini," kata Harson.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Disuntik Vaksin Covid-19, Bupati Pati: Tidak Sakit Kok, Malah Dokternya yang Keringetan

Regional
Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Tewas Tertimpa Batu Saat Longsor di Kupang, Pasutri Ini Baru 3 Bulan Menikah

Regional
Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Pasien Covid-19 Terus Bertambah, Seluruh RS Swasta di Wonogiri Wajib Sediakan Ruang Isolasi Perawatan

Regional
Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Berteduh di Bawah Jembatan Saat Hujan Deras, 2 Pemancing Tewas Terseret Banjir

Regional
Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Tren Covid-19 di Pangandaran Naik, Pemkab Siapkan Bekas SD untuk Rawat Pasien

Regional
Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Hilang Semalaman, Bocah 12 Tahun Ditemukan Tewas di Sendang

Regional
Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Tabrakan Kapal di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tim Selam Diterjunkan Cari 5 ABK yang Hilang

Regional
Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Kabar Ada yang Meninggal Setelah Divaksin, Bupati Cilacap: Hoaks, Tidak Ada Itu

Regional
Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Kecelakaan di Alur Pelayaran Barat Surabaya, Tug Boat Mitra Jaya XIX Ditemukan di Perairan Madura

Regional
Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Penambahan Kasus Covid-19 di Banten Pecah Rekor, Kota Serang Jadi Zona Merah

Regional
Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Gubernur Banten Perpanjang PPKM Tangerang Raya hingga 8 Februari 2021

Regional
Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Sempat Tertunda karena Darah Tinggi, Bupati Brebes Divaksin Covid-19 Usai Istirahat 4 Jam

Regional
Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Jajal Mobil Listrik, Emil Dardak: Nyaman, Seperti Mengendarai Mobil Bahan Bakar Fosil

Regional
4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

4 Hari Setelah Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan Mataram Terkonfirmasi Positif Covid-19

Regional
Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Viral Foto Ikan Paus Ukuran 7 Meter Terdampar di Perairan Ogan Komering Ilir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X