Kompas.com - 27/10/2019, 22:49 WIB
Wisatawan mendirikan tenda di Pos Pendakian Gunung Ijen saat Gunung Widodaren terbakar terlihat dari Paltuding, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (20/10/2019). Angin kencang yang terjadi di sekitaran Taman Wisata Alam Gunung Ijen itu, menyebabkan banyak pohon tumbang serta kebakaran di Gunung Ranti dan Gunung Widodaren semakin meluas. ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYAWisatawan mendirikan tenda di Pos Pendakian Gunung Ijen saat Gunung Widodaren terbakar terlihat dari Paltuding, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (20/10/2019). Angin kencang yang terjadi di sekitaran Taman Wisata Alam Gunung Ijen itu, menyebabkan banyak pohon tumbang serta kebakaran di Gunung Ranti dan Gunung Widodaren semakin meluas.

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Jawa Timur, mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Gunung Merapi Ungup-ungup dan Gunung Ranti yang terjadi sejak 19 Oktober 2019 mencapai 1.000-an hektare.

"Untuk kebakaran hutan dan lahan di kawasan TWA (Taman WIsata Alam) Gunung Ijen dan Gunung Merapi Ungup-ungup luasannya mencapai sekitar 500 hingga 600 hektare. Sedangkan hutan dan lahan terbakar di Gunung Ranti sekitar 400 hingga 500 hektare," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram saat dihubungi di Banyuwangi, seperti dikutip Antara.

Ia menjelaskan, kawasan TWA Gunung Ijen dan Merapi Ungup-ungup yang terbakar hingga sekitar 600 hektare itu merupakan kewenangan BKSDA.

Sementara Gunung Ranti yang lokasinya bersebelahan merupakan kewenangan Perhutani.

Menurut Eka, status Tanggap Darurat mengenai kebakaran hutan dan lahan di kawasan TWA Gunung Ijen tidak sekadar memadamkan api.

Petugas gabungan juga melakukan upaya pencegahan kebakaran di wilayah-wilayah yang belum terbakar.

"Tadi dari TNI juga mendukung untuk penyekatan, agar api tidak sampai meluas membakar ke lahan produktif maupun perkebunan," ujarnya.

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan TWA Gunung Ijen dan Merapi Ungup-ungup tidak memengaruhi volkanologi Kawah Ijen karena kebakaran di permukaan, sedangkan volkanologi di dalam.

"Lingkaran api pasifik (ring of fire) itu kan ada di kedalaman, sehingga tidak ada pengaruh apapun terhadap aktivitas vulkanik," katanya.

Datangkan helikopter

Sementara itu, helikopter pembom air milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah didatangkan ke di Banyuwangi pada Sabtu (26/10), untuk melaksanakan pemadaman karhutla di kawasan TWA Gunung Ijen dan sekitarnya.

"Kebakaran di Gunung Ijen dan Gunung Merapi Ungup-ungup serta Gunung Ranti, hingga sekarang belum sepenuhnya padam. Oleh karena itu, kami membutuhkan helikopter pemboman air," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram saat dihubungi di Banyuwangi, Sabtu malam.

Menurut dia, kepulan asap yang menandakan masih ada bara api maupun api terlihat di kawasan Kawah Ijen dan Gunung Merapi Ungup-ungup serta Gunung Ranti.

Bara api itu, katanya, membahayakan jika tidak segera ditanggulangi.

Eka menjelaskan, helikopter itu melakukan pemboman air ke titik kebakaran atau api terlebih dahulu dan selanjutnya memadamkan bara api.

Ia menjelaskan helikopter itu tiba di Bandara Banyuwangi Sabtu sore sekitar pukul 17.00 WIB, dan mulai beroperasi memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kawah Ijen.

Helikopter pemboman air itu diperkirakan akan beroperasi memadamkan api dua kali penerbangan dalam satu hari, dengan durasi satu kali terbang sekitar empat jam.

Namun demikian, penerbangan untuk pemadaman kebakaran dari udara juga tergantung cuaca.

Helikopter pemboman air milik BNPB diperkirakan akan siaga dan berada di Banyuwangi hingga 29 Oktober 2019. Akan tetapi, semua tergantung situasi dan kondisi.

Sesuai SK Tanggap Darurat Gubernur Jawa Timur, batas maksimal tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan hingga 5 November 2019.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X