Suhu Panas hingga 42 Derajat Celcius, Ikan Arapaima Milik Warga Jombang Mati Mendadak

Kompas.com - 25/10/2019, 14:17 WIB
Salah satu ikan Arapaima Gigas koleksi Masudin, warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ikan itu diketahui mati mendadak, diduga akibat cuaca panas. KOMPAS.com/MOH. SYAFIÍSalah satu ikan Arapaima Gigas koleksi Masudin, warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Ikan itu diketahui mati mendadak, diduga akibat cuaca panas.

JOMBANG, KOMPAS.com - Seekor ikan Arapaima Gigas yang dipelihara Masudin (46), warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mati mendadak.

Matinya ikan jenis predator itu diduga akibat suhu panas yang terlalu tinggi. Ikan yang mati tersebut diangkat dari kolam pada Jumat (25/10/2019) pagi.

Masudin, kolektor ikan arapaima gigas mengungkapkan, kematian 1 dari 5 ekor ikan arapaima miliknya, awalnya diduga akibat keracunan makanan atau tercemar sampah plastik.

Seminggu lalu, kata Masudin, tanda-tanda adanya masalah yang dialami salah satu ikan arapaima yang ada di kolamnya, mulai terlihat.

Ikan yang mati tersebut kondisinya tampak lemah dibanding biasanya.

Baca juga: Cerita Pemilik 5 Ekor Ikan Arapaima, Biaya Rp 200.000 Per Hari hingga Didatangi Polisi

"Sejak seminggu yang lalu, ikan ini terlihat mulai lemas, makannya mulai susah. Waktu itu kami kira karena keracunan atau karena makan plastik," katanya saat ditemui di rumahnya, Jumat (25/10/2019).

Kolektor ikan arapaima gigas sejak tahun 2013 itu mengungkapkan, ikan koleksinya diketahui sudah mati pada Jumat pagi.

Karena dipastikan sudah mati, ikan tersebut diangkat dari kolam.

Setelah ikan yang mati tersebut diangkat dari kolam dan dibelah badannya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda keracunan ataupun sisa sampah plastik.

"Kami bedah untuk melihat penyebab kematiannya, kami kira karena makan plastik, tapi ternyata tidak. Kami perkirakan karena suhu cuaca panas yang tinggi, beberapa hari ini cuaca sangat panas," kata Masudin.

Baca juga: Suhu Panas hingga 36 Derajat Celcius Picu Kebakaran di Pengunungan Karawang

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X