Berkat Jagung Warna-Warni, Petani Cianjur Jalin Kerja Sama dengan Malaysia

Kompas.com - 10/10/2019, 12:37 WIB
Penandatanganan MoU kebun jagung pelangi Cianjur, Jawa Barat, dengan sebuah lembaga pendidikan asal Selangor Malaysia, dalam rencana pengembangan jagung warna-warni di Malaysia. IstimewaPenandatanganan MoU kebun jagung pelangi Cianjur, Jawa Barat, dengan sebuah lembaga pendidikan asal Selangor Malaysia, dalam rencana pengembangan jagung warna-warni di Malaysia.

CIANJUR, KOMPAS.com – Kebun jagung pelangi di Cianjur, Jawa Barat, menjalin kerja sama dengan sebuah lembaga pendidikan asal Selangor, Malaysia.

Penandatangan nota kesepahaman dilaksanakan di kebun jagung pelangi di Kampung Lebak Saat, Desa Cirumput, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (9/10/2019).

Usai penandatanganan, rombongan dari Malaysia berkesempatan berkeliling kebun untuk melihat jagung warna-warni yang sempat viral di media sosial dan media massa tersebut.

Baca juga: Jagung Warna-warni Bawa Petani Cianjur Jadi Pembicara di Depan Para Profesor Malaysia

Pemilik kebun, Luki Lukmanulhakim mengatakan, kerja sama ini berkaitan dengan rencana twin program dalam bidang pertanian modern dan lestari.

Hal itu melingkupi teknologi pembuatan pupuk organik, pestisida nabati dan asap cair, plant breeding serta agrowisata dan ekowisata.

“Termasuk pengembangan budidaya jagung warna-warni di Malaysia nanti,” kata Luki kepada Kompas.com, Kamis (10/10/2019).

Luki menyebutkan, kerja sama ini bermula dari kunjungan lembaga pendidikan asal Malaysia ke kebunnya beberapa waktu lalu.

Saat itu, mereka penasaran dan ingin melihat langsung jagung warna-warni di Cianjur. 

“Setelah kita berdiskusi panjang, mereka ternyata tak hanya tertarik soal jagung, namun juga dengan konsep kebun ini hingga ditindaklanjuti dengan kerja sama ini,” ujar Luki.

Jagung warna-warni di kebun Canari Farm Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Varian Jagung yang sedang menjadi tren di Eropa dan Amerika Latin ini memiliki harga yang cukup tinggi, di tingkat petani harganya mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Jagung warna-warni di kebun Canari Farm Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (22/6/2019). Varian Jagung yang sedang menjadi tren di Eropa dan Amerika Latin ini memiliki harga yang cukup tinggi, di tingkat petani harganya mencapai Rp 8.000 hingga Rp 9.000 per kilogram.
Sebelumnya, Luki juga sempat diundang ke Terengganu, Malaysia, oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

11 Santri di Lamongan Positif Covid-19, Ponpes Ditutup

11 Santri di Lamongan Positif Covid-19, Ponpes Ditutup

Regional
Dalam 18 Hari, 25 Pasien Covid-19 di Papua Meninggal, Ini Penjelasannya

Dalam 18 Hari, 25 Pasien Covid-19 di Papua Meninggal, Ini Penjelasannya

Regional
Viral, Video Bendera Merah Putih dan Sikat WC, Dibakar hingga Dimasak

Viral, Video Bendera Merah Putih dan Sikat WC, Dibakar hingga Dimasak

Regional
Caleg Gagal Cabuli Korban Prostitusi Saat Dititipkan di Rumah Aman

Caleg Gagal Cabuli Korban Prostitusi Saat Dititipkan di Rumah Aman

Regional
Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Empat Peserta Reaktif Covid-19 Ikuti Ujian SKB CPNS di Ruangan Khusus

Regional
Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Detik-detik Tim SAR Temukan Helikopter yang Hilang Kontak, Semua Kru Selamat

Regional
Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Melihat Kehidupan Isolasi di Wisma Atlet, dari Order Makanan hingga Tangisan

Regional
Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Erdi Dabi Tabrak Polwan hingga Tewas, PKB Pertimbangkan Tarik Dukungan di Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 18 September 2020

Regional
Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Bos PO Pelangi Diduga Terlibat Sindikat Narkoba, Modifikasi Bus Simpan Sabu 13 Kilogram

Regional
93 Pasien Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

93 Pasien Corona di Kepri Dinyatakan Sembuh

Regional
Sultan HB X soal Konser Musik Diizinkan untuk Kampanye: Terserah KPU Saja

Sultan HB X soal Konser Musik Diizinkan untuk Kampanye: Terserah KPU Saja

Regional
Orang Pertama di Klaster Corona RSUD Pontianak Jarang Pakai Masker

Orang Pertama di Klaster Corona RSUD Pontianak Jarang Pakai Masker

Regional
Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpang, Sempat Melawan Lalu Lompat dari Mobil

Kronologi Sopir Taksi Online Dibegal Penumpang, Sempat Melawan Lalu Lompat dari Mobil

Regional
Dari 1.000 Penumpang Pesawat, Hanya 90 Orang Tes Swab Gratis di Bandara Minangkabau

Dari 1.000 Penumpang Pesawat, Hanya 90 Orang Tes Swab Gratis di Bandara Minangkabau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X