Awal Mula Kasus Orangtua Suruh Anak Mengemis dan Uangnya Digunakan Nyabu

Kompas.com - 20/09/2019, 15:40 WIB
Ilustrasi anak alami kegagalan THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi anak alami kegagalan


ACEH UTARA, KOMPAS.com - Kasus penangkapan orangtua yang menyuruh anaknya mengemis menghebohkan masyarakat Aceh. Cerita itu dibagikan ke berbagai laman media sosial.

Kasus ini berawal dari penangkapan yang dilakukan oleh seorang bintara pembina desa (Babinsa) Serda Maulana.

Dia bersama aparat desa membawa orangtua MI (35) dan UG (35) ke Mapolres Lhokseumawe.

Menurut keterangan kedua pelaku saat ditangkap, uang hasil mengemis anaknya MS, digunakan untuk beli sabu-sabu dan sisanya digunakan untuk belanja.

Baca juga: Kisah di Balik Bocah 9 Tahun Mengemis di Aceh, Disiksa Orangtua Jika Pulang Tak Bawa Uang

“Korban MS, dipaksa mengemis, dan uangnya dipakai kedua orangtuanya untuk mengisap sabu-sabu. Cerita ini diakui oleh, MI dan UG,” kata Serda Maulana, Jumat (20/9/2019).

MI, sambung Maulana, selama ini tidak bekerja dan semata-mata mengandalkan hasil mengemis anak tirinya itu.

Jika tidak membawa uang, maka MS disiksa, dipukul bagian kepala, diikat ke kayu jendela dan diikat dengan rantai besi.

Dalam sehari, MS bisa membawa uang Rp 200.000-Rp 300.000.

"Jika tak ada uang, MS ini kerap tidak pulang ke rumah. Dia tidur di depan toko orang. Karena takut akan dipukuli oleh orangtuanya," sebut Maulana.

Serda Maulana mengaku, diceritakan kondisi MS oleh masyarakat. Dia pun mencoba menyelidi dan mendatangi rumah pelaku di Desa Tumpok Teungoh, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Jumlah ODP, PDP, dan Pasien Positif Bertambah, Wali Kota Bantah Solo Bebas Corona

Regional
UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

UPDATE Kasus Covid-19 di Kalsel : 1 PDP Meninggal Dunia, 8 Terkonfirmasi Positif dan 1358 ODP

Regional
UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

UPDATE Pasien Covid-19 di Sulawesi Selatan: 80 Positif, 5 Sembuh

Regional
Suami Istri di Kendari Positif Covid-19, Sebelumnya Kontak dengan Pasien Positif Corona

Suami Istri di Kendari Positif Covid-19, Sebelumnya Kontak dengan Pasien Positif Corona

Regional
5 Orang Tertimbun Longsor di Purwakarta, 1 Tewas

5 Orang Tertimbun Longsor di Purwakarta, 1 Tewas

Regional
Bahan untuk Lab Covid-19 di Padang Kosong akibat Tertahan di Bea Cukai

Bahan untuk Lab Covid-19 di Padang Kosong akibat Tertahan di Bea Cukai

Regional
Bupati Morowali Utara Meninggal dengan Status PDP, Ini Penjelasan Tim Dokter RSWS

Bupati Morowali Utara Meninggal dengan Status PDP, Ini Penjelasan Tim Dokter RSWS

Regional
Satu PDP Covid-19 di RSUP Kandou Manado Meninggal Dunia

Satu PDP Covid-19 di RSUP Kandou Manado Meninggal Dunia

Regional
Pasien Pertama Positif Covid-19 di Pangkalan Bun Ikut Ijtima Ulama Gowa

Pasien Pertama Positif Covid-19 di Pangkalan Bun Ikut Ijtima Ulama Gowa

Regional
Wali Kota Hendi: Semarang Siap Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona

Wali Kota Hendi: Semarang Siap Bertahan di Tengah Pandemi Virus Corona

Regional
Pemkot Semarang Siapkan 180.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Pemkot Semarang Siapkan 180.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Regional
Bupati Bogor Umumkan Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah

Bupati Bogor Umumkan Jumlah Pasien Positif Corona Bertambah

Regional
UPDATE: 152 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Surabaya Tambah 33 Orang

UPDATE: 152 Kasus Positif Covid-19 di Jatim, Surabaya Tambah 33 Orang

Regional
Gantung Diri di Kamar, Polisi Temukan Surat PHK di Kantong Korban

Gantung Diri di Kamar, Polisi Temukan Surat PHK di Kantong Korban

Regional
PDP yang Sedang Hamil Keluhkan Fasilitas RS Melalui 'Live' Facebook

PDP yang Sedang Hamil Keluhkan Fasilitas RS Melalui "Live" Facebook

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X