Politisi Gerindra Moreno Suprapto Sebut Korupsi di Kemenpora Sudah Akut

Kompas.com - 20/09/2019, 05:39 WIB
Politisi Partai Gerindra Moreno Suprapto saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (19/9/2019) KOMPAS.COM/ANDI HARTIKPolitisi Partai Gerindra Moreno Suprapto saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (19/9/2019)

MALANG, KOMPAS.comPolitisi Partai Gerindra, Moreno Suprapto menilai, korupsi di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah akut.

Tidak hanya soal dana hibah yang menyeret Menpora Imam Nahrawi, menurutnya, korupsi juga terjadi di proses seleksi atlet.

Hal itu disampaikan Moreno menanggapi kasus korupsi dana hibah dari Kemenpora kepada KONI yang baru saja menyeret Imam Nahrawi selaku Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

“Korupsi dunia olahraga sangat tinggi juga. Atlet-atlet di daerah bukan hanya korupsi materi saja, tapi korupsi mereka itu, misalkan ada atlet yang terbaik bisa mewakili daerahnya di pra PON, yang didorong itu nomor tiganya, atau nomor limanya. Di situ ada transaksi juga. Saya tahu itu. Karena beberapa kali saya ketemu saya atletnya,” katanya saat ditemui di gedung DPRD Kota Malang, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Imam Nahrawi: Saya Izin Pamit dari Kemenpora

Karena itu, Moreno yang duduk di Komisi X DPR RI meminta supaya kasus korupsi dana hibah ini diungkap secara tuntas.

Sebab, dampak dari dana hibah itu sangat besar, termasuk pada prestasi olahraga nasional.

“Bicara dana hibah ini harus betul-betul dibongkar karena ini bukan hanya kasusnya siapa yang tersangka atau tidak. Tapi ini berkaitan dengan prestasi dunia olahraga kita,” katanya.

Moreno mengatakan, seharusnya dana hibah itu disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. Sebab, dana hibah itu disalurkan untuk pengembangan atlet.

“Atlet-atlet yang dirugikan. Berbicara dana hibah itu kan harusnya disalurkan tepat waktu. Dana itu kan untuk pengembangan dan pembibitan atlet berprestasi. Yang paling dirugikan dunia olahraga kita sendiri. Ujung-ujungnya prestasi,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberentasan Korupsi (KPK). Status itu membuat Imam Nahrawi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menpora.

Baca juga: Kenaikan Harta Kekayaan Imam Nahrawi Selama Menjabat Menpora

Imam Nahrawi disangka menerima uang Rp 26.500.000.000 diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora tahun anggaran 2018.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Ridwan Kamil Diminta Lebih Empati kepada Korban Banjir

Regional
Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X