Kompas.com - 03/09/2019, 10:56 WIB
Para pengunjung warkop sampah, yang bisa menggunakan sampah kertas dan bahan plastik untuk membayar kopi dan sajian yang dijual di sana, Senin (2/9/2019). KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAHPara pengunjung warkop sampah, yang bisa menggunakan sampah kertas dan bahan plastik untuk membayar kopi dan sajian yang dijual di sana, Senin (2/9/2019).

GRESIK, KOMPAS.com — Sebuah warung kopi di Gresik, Jawa Timur, menawarkan kopi yang bisa dibayar menggunakan sampah.

Adalah Nunki Abdurrahman (26), pemilik warkop sampah yang beralamat di Jalan Kramat Langgon, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Gresik Kota, Gresik.

"Sebenarnya sudah lama juga pengin seperti ini. Pengunjung yang datang tidak lagi membayar langsung dengan uang, tetapi menggunakan sampah dan barang bekas yang sudah tak terpakai di rumahnya," ujar Nunki, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Cerita Lengkap Perampokan di Medan, Baju Korban Dilucuti hingga Pelaku Ditembak Mati

Meski sudah satu tahun lebih berwirausaha warkop, tapi hasrat Nunki untuk dapat mewujudkan impian memiliki warkop dengan konsumen membayar menggunakan sampah baru kesampaian sepekan terakhir.

Impiannya tercapai setelah bertemu dengan sosok yang memiliki pemikiran serupa.

"Ada satu tahunan lebih saya buka warkop ini sama dengan warkop-warkop lain. Pengunjung membayar pakai uang, tapi sejak seminggu ini bisa bayar pakai sampah setelah saya bertemu dengan Mas Imam," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Imam yang dimaksud Nunki adalah Imam Wahyu (40), Ketua Karang Taruna Jagal Bangkit Kelurahan Sidokumpul.

Melalui Imam dan Karang Taruna Jagal Bangkit inilah, sampah-sampah yang ditampung oleh Nunki sebagai alat pembayaran kopi dan sajian yang ada di warkop miliknya dikepul.

Sampah yang diterima di warkop milik Nunki di antaranya kertas, kardus, serta bahan-bahan dari plastik (botol plastik dan sebagainya).

Pengunjung dapat menukar sampah yang mereka bawa dengan kupon yang telah disediakan dan selanjutnya bisa digunakan sebagai alat pembayaran kopi maupun sajian yang dinikmati di warkop sampah.

"Misalnya untuk kertas bekas dan kardus, setiap kilogram kami berikan satu kupon, yang bisa ditukarkan dengan segelas kopi," ujarnya.

Sambutan positif

Meski baru mulai merintis, banyak pengunjung di warkopnya merasa antusias untuk menukar sampah kertas dan plastik yang ada di rumahnya dengan kopi maupun sajian lain yang disediakan.

"Ini tadi saya sengaja bawa sampah botol-botol plastik dari rumah, untuk ngopi di sini," ucap salah seorang pengunjung, Sugiono.

Nunki Abdurrahman (kiri) dan Imam Wahyu.KOMPAS.COM/HAMZAH ARFAH Nunki Abdurrahman (kiri) dan Imam Wahyu.
Ia juga memuji terobosan yang dilakukan oleh warkop sampah dengan bisa membayar menggunakan sampah.

Hal ini dinilai turut berpartisipasi dalam mengurangi dampak sampah plastik yang dapat mencemari lingkungan.

"Daripada dibuang percuma, saya sengaja kumpulkan (botol plastik bekas) di rumah dan saya bawa ke sini untuk membayar kopi," ujarnya.

Dibuat kerajinan

Imam Wahyu menambahkan, konsep yang ditawarkan dapat sejalan dengan Nunki. Ini karena keduanya memiliki konsep yang sama akan penanggulangan sampah, khususnya untuk sampah dari kertas dan plastik.

"Sudah satu tahun terakhir saya dan teman-teman yang ada di karang taruna itu membuat kerajinan dari sampah daur ulang. Kami buat kertas-kertas dan bahan plastik yang tidak berguna itu menjadi produk layak jual," kata Imam.

Baca juga: Cerita di Balik Kecelakaan Tol Purbaleunyi, Teriakan Minta Tolong hingga Terjepit Mobil

Imam bersama 40-an anggota Karang Taruna Jagal Bangkit mencoba membuat berbagai macam kerajinan, seperti lampu hias, pot bunga, hingga beberapa kursi plastik dan meja hias, untuk dijual secara langsung maupun online.

"Sementara yang masih banyak membeli itu dari warga sekitar Gresik sendiri, tapi mulai satu bulan kemarin kami juga mulai jualan online. Alhamdulillah, kemarin sudah ada warga Makassar yang berminat untuk membeli produk kami," ucap dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.