Pemeriksaan Selesai, 11 ABK KM Mina Sejati yang Selamat Seluruhnya Korban

Kompas.com - 29/08/2019, 16:51 WIB
Anggota Tim SAR Pos Tual tampak berdoa sebelum bergerak menuju lokasi pencarian korban KM Mina Sejati di laut Aru, Maluku, Selasa malam (27/8/2019) Foto dok Kepala Basarnas Ambon KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYAnggota Tim SAR Pos Tual tampak berdoa sebelum bergerak menuju lokasi pencarian korban KM Mina Sejati di laut Aru, Maluku, Selasa malam (27/8/2019) Foto dok Kepala Basarnas Ambon

AMBON,KOMPAS.com-Pemeriksaan terhadap 11 anak buah kapal ( ABK) KM Mina Sejati oleh penyidik Polres Kepulauan Aru, Maluku terkait insiden pembantaian di atas kapal tersebut yang terjadi pada pertengahan Agustus 2019 lalu telah selesai dilakukan.

Hasilnya, seluruh ABK yang selamat dalam insiden berdarah itu semuanya merupakan korban dalam insiden tersebut.

“Hasil pemeriksaan ABK sudah selesai. Jadi yang 11 ABK itu semuanya korban mereka semua lari dan melompat ke laut saat kejadian itu,” kata Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Adolof Bormasa kepada Kompas.com, Kamis (29/8/2019).

 Baca juga: Pencarian 21 ABK KM Mina Sejati Dilakukan Lewat Udara, Bagaimana Hasilnya?

Adolof mengatakan, 11 ABK yang telah dimintai keterangannya itu hingga saat ini masih berada di Dobo, Kepulauan Aru.

Sementara, tiga terduga pelaku pembantaian hingga kini masih dinyatakan hilang bersama 18 ABK lainnya.

“Tiga pelaku itu belum ditemukan sampai saat ini, masih dicari bersama 18 ABK lainnya yang hilang,”katanya.

Ketiga ABK yang diduga kuat sebagai pelaku pembantaian di atas KM Mina Sejati yakni Nurul Huda, Ferry Dwi Lesmana, dan Qersim Ibnu Malik.

Sebelumnya, Adolof mengatakan jika insiden berdarah itu diawali dari perang mulut yang berhujung perkelahian antara salah seornag pelaku, Ferry Dwi Lesmana dengan seornag rekannya saat memancing cumi.  

Baca juga: Pakai Pesawat, Kapolres Aru Pantau Pencarian Korban KM Mina Sejati dari Udara

Buntut dari kejadian itu, pada tanggal 17 Agustus 2019 pagi Ferry dan dua pelaku lainnya yang masih berhubungan saudara dekat lalu melancarkan aksinya dengan menyerang sesama ABK lainnya yang saat itu masih tertidur lelap.

Dalam aksi tersebut 13 ABK yang ketakutan langsung menyelamatkan diri dengan cara melompat ke laut.

Dari jumlah itu, dua orang ABK tewas setelah sebelumnya dibacok, sedangkan 11 lainnya selamat.

Setelah kejadian itu, proses pencarian 23 ABK yang masih hilang langsung dilakukan, namun sejauh ini baru 2 ABK yang ditemukan dalam keadaan sudah tidka bernyawa.

Dengan demikian, hingga saat ini masih tersisa 21 ABK termasuk di dalamnya 3 pelaku yang belum diketahui nasibnya. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X