Masyarakat Adat Berharap Jokowi Tunjuk Putra Dayak sebagai Menteri

Kompas.com - 16/08/2019, 14:34 WIB
Tarian adat di acara pembukaan Naik Dango ke-34 di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Sabtu (27/4/2019). Acara tersebut resmi dibuka oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis. ARSIP PEMKAB LANDAKTarian adat di acara pembukaan Naik Dango ke-34 di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Sabtu (27/4/2019). Acara tersebut resmi dibuka oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Cornelis.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis berharap susunan kabinet pemerintahan Joko Widodo - Ma'ruf Amin nantinya ada menteri yang berasal dari suku Dayak.

Yakobus mengatakan, Dayak merupakan salah satu suku besar di Indonesia yang berada di Pulau Kalimantan.

"Kami, masyarakat Dayak, tentunya berkeinginan dan berharap, ada dari kami (warga Dayak) yang menjadi menteri di kabinet baru Pak Jokowi," kata Yakobus kepada Kompas.com, Jumat (16/8/2019).

Baca juga: Ditanya Kemungkinan Jadi Menteri, Ini Kata Olly Dondokambey

Yakobus mengatakan, saat ini banyak warga Dayak yang masih berada di wilayah-wilayah pedalaman dan dalam keadaan tertinggal. Masyarakat pedalaman itu khususnya terdapat di Kalbar.

Menurut Yakobus, keberadaan menteri yang berasal dari suku Dayak akan mampu mendorong serta meningkatkan potensi-potensi masyarakat adat untuk kemajuan bangsa.

"Di samping itu, sosok atau figur ini juga otomatis akan menjadi inspirasi bagi masyarakat Dayak dalam meningkatkan kompetensi mereka," ujar Yakobus.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, menurut Yakobus, penentuan jajaran menteri yang masuk dalam kabinet sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.

Namun, harapan adanya figur Dayak sebagai menteri, menurut Yakobus, murni untuk lebih menonjolkan warna persatuan serta kebhinekaan dalam pemerintahan ke depan.

"Kita tentunya menyerahkan sepenuhnya kepada presiden. Apapun keputusannya nanti, tentu akan menjadi pilihan kita bersama sebagai rakyat Indonesia," kata Yakobus.

Sebelumnya, Jokowi menyatakan bahwa Kabinet Kerja pada periode mendatang akan diwarnai gabungan menteri dari profesional dan unsur partai politik.

Secara spesifik, Jokowi menyatakan bahwa komposisi menteri dari partai politik memiliki porsi yang sedikit lebih kecil ketimbang kalangan profesional.

"Partai politik bisa mengusulkan, tetapi keputusan tetap di saya. Komposisinya 45 persen," kata Jokowi saat bertemu pemimpin media massa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Selain mengungkap gambaran komposisi kabinet mendatang, Jokowi juga memberitahu bahwa Jaksa Agung mendatang tidak berasal dari representasi partai politik.

"Tidak dari partai politik," kata Jokowi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X