Cegah Banjir di Jakarta, Ini yang Dilakukan Pemkot Bogor

Kompas.com - 09/08/2019, 17:19 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Bendung Katulampa, Senin (12/2/2018). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengatasi masalah banjir Jakarta. KOMPAS.com / Ramdhan Triyadi BempahGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat meninjau Bendung Katulampa, Senin (12/2/2018). Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka kerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mengatasi masalah banjir Jakarta.

BOGOR, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai melakukan pekerjaan pembuatan kolam retensi atau sumur resapan sebagai upaya pengendalian banjir di DKI Jakarta.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor Setia Mulya mengatakan, pembuatan kolam retensi yang berada di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara itu dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi.

"Mulai masuk rencana pekerjaan, Senin kemarin. Paling kita fokus pada pemasangan papan pembatas dulu, karena khawatir nanti warga ada yang masuk ke lokasi pekerjaan. Minggu depan alat berat sudah masuk," ucap Setia, Jumat (9/8/2019).

Baca juga: Cegah Banjir Jakarta, Bima Arya Pastikan Kolam Retensi Dibangun Tahun Ini


Setia menambahkan, pekerjaan itu direncanakan berjalan selama 150 hari kalender atau hingga 27 Desember 2019.

Namun, ia ingin adanya percepatan. Hal itu dilakukan sebagai antisipasi masuknya musim penghujan menjelang akhir tahun.

"Di lokasi, posisi aman karena tidak terganggu warga, akses masuk juga tersendiri, standarnya pekerjaan delapan jam, tapi saya minta kalau kepepet sampai malam," tutur Setia.

Menurut Setia, pihaknya akan mengusulkan kembali bantuan anggaran dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Sebab, menurut Setia, pembangunan itu masuk ke dalam program pengendalian banjir yang dibutuhkan Ibu Kota.

"Mudah-mudahan ada bantuan lagi dari DKI, karena bantuan DKI itu hanya fokus pada program pengendalian banjir. Tidak boleh untuk yang lain. Usulan di tahap dua kita Rp 15 miliar. Tapi tidak tahu yang akan diberikannya berapa," kata Setya.



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X