Korban Pengeroyokan Berubah Status Menjadi Tersangka, Apa Penyebabnya?

Kompas.com - 03/08/2019, 09:52 WIB
Wakapolres Purbalingga, Komisaris Polisi Sigit Martanto saat pers rilis, Senin (29/8/2019). MOHAMAD IQBAL FAHMIWakapolres Purbalingga, Komisaris Polisi Sigit Martanto saat pers rilis, Senin (29/8/2019).

PURBALINGGA, KOMPAS.com - Redi Purwanto (26), seorang pemuda yang semula menjadi korban pengeroyokan secara mengejutkan berganti status sebagai tersangka.

Soalnya, dia membalas perlakuan salah satu pelaku pengeroyokan saat mediasi di Balai Desa Sumampir, Kecamatan Rembang, Purbalingga, Jawa Tengah.

Kasat Reskrim Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Willy Budiyanto ketika dihubungi, Jumat (2/8/2019) mengatakan, kejadian bermula saat Redi bersama rekan-rekannya melakukan konvoi merayakan kemenangan tim sepakbolanya dalam kompetisi antar kampung (tarkam) pada Selasa (2/7/2019) petang.

"Konvoi dilakukan saat adzan maghrib sehingga tiga pemuda desa setempat yakni Husen (26), Cahyo (23) dan Iwan (21) menegur Redi cs, kemudian terjadi ketegangan hingga akhirnya Redi dianiaya oleh ketiga pelaku," katanya.


Baca juga: Jadi Tersangka Pengeroyokan, Tiga Siswa SMK Isi Soal UNBK di Kantor Polisi

Korban yang mengalami luka di sejumlah bagian tubuh melapor ke polisi dengan dilengkapi hasil visum dari Puskesmas Rembang.

Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan mengamankan tiga tersangka.

Pihak aparat desa yang mendengar insiden tersebut berusaha mengambil tindakan penyelesaian perkara secara kekeluargaan.

"Malam harinya, Redi dan ketiga pelaku penganiayaan didudukkan di balai desa untuk mediasi. Tanpa diduga, Redi tiba-tiba memukul Husen. Tak hanya itu, Redi juga sengaja menyelipkan kunci sepeda motor di sela-sela jari hingga membuat pelipis mata Husen robek," jelasnya.

Baca juga: Santri Pelaku Pengeroyokan di Tanah Datar Kembali ke Ponpes

Kejadian tersebut lantas dilaporkan Husen ke polisi. Alhasil status Redi yang awalnya sebagai korban justru berganti menjadi tersangka.

Polisi pun akhirnya menjerat Husen, Iwan dan Sedyo dengan pasal 170 ayat (2) angka 1 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan Redi dikenai pasal 351 ayat (2) KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X