Kementerian PPPA Minta Status PNS Dokter Romi Dikembalikan, Bukan Seleksi Ulang

Kompas.com - 02/08/2019, 11:04 WIB
Drg Romi Syofpa Ismael menangis saat berbincang dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (31/7/2019). Romi yang sebelumnya gagal lolos CPNS meski menduduki peringkat pertama saat tes di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat itu mengadu ke Mendagri untuk mencari keadilan bagi dirinya. ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRADrg Romi Syofpa Ismael menangis saat berbincang dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (31/7/2019). Romi yang sebelumnya gagal lolos CPNS meski menduduki peringkat pertama saat tes di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat itu mengadu ke Mendagri untuk mencari keadilan bagi dirinya.

PADANG, KOMPAS.com - Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Nyimas Aliah meminta Pemerintah Solok Selatan, Sumatera Barat, mengembalikan hak dokter gigi Romi Syofpa Ismael sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

"Yang kami inginkan itu kembalikan hak dokter Romi. Bukan membuka kembali formasi dokter gigi untuk disabilitas di tahun 2019 ini," kata Nyimas Aliah saat dihubungi Kompas.com, Jumat (2/8/2019).

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Minta Kemenpan RB Buka Jalur Khusus untuk Dokter Romi

Nyimas mengatakan, solusi yang ditawarkan Pemkab Solok Selatan bagi Romi, dengan membuka kembali formasi dokter gigi untuk disabilitas pada 2019, sama saja menghilangkan hak dokter Romi yang sudah dinyatakan lulus pada seleksi 2018.

Nyimas mengatakan, alternatif solusi berupa pengangkatan jalur khusus untuk dokter Romi sudah cukup bagus. Sebab, dokter Romi tidak perlu lagi mengikuti serangkaian tes.

"Dia (Romi) itu kan sudah lulus tes pada 2018. Jadi kembalikan saja haknya, jangan disuruh lagi ikut tes di 2019," kata Nyimas.

Baca juga: Drg Romi: Bapak Pemda Solok Selatan, Mohon, Terima Ami Kembali...

Sebelumnya, polemik dokter gigi Romi Syofpa Ismael mulai menemui titik terang.

Pemerintah Solok Selatan sudah mengirimkan surat ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi untuk membuka jalur khusus penerimaan CPNS bagi dokter Romi.

"Kemarin sudah kami kirim surat pengusulan untuk penerimaan jalur khusus bagi dokter Romi ke Panselnas," kata Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi, Kamis (1/8/2019).

Yulian menyebutkan, ada dua alternatif untuk pengangkatan CPNS dokter Romi, yaitu jalur khusus 2018 atau pembukaan formasi dokter gigi untuk disabilitas tahun ini.

Untuk jalur khusus, menurut Yulian, diusulkan karena ada satu formasi bagi disabilitas yang belum terisi, sehingga Pemkab Solok Selatan mengusulkan satu formasi itu untuk dokter Romi ke Kemenpan RB.

"Jalur khusus ini sudah kami usulkan dan kami menunggu keputusannya dari Panselnas Kemenpan RB," kata Yulian.

Sementara untuk tahun ini, pihaknya mengusulkan dua formasi dokter gigi untuk disabilitas, sehingga bisa menampung dokter Romi jika jalur khusus tidak bisa.

Yulian berharap salah satu opsi yang diusulkan bisa diterima oleh Panselnas Kemenpan RB, sehingga polemik dokter Romi bisa diselesaikan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Sumbar Mengaku Tak Khawatir dengan Kedatangan 150 Turis China

Gubernur Sumbar Mengaku Tak Khawatir dengan Kedatangan 150 Turis China

Regional
Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Bandara Ahmad Yani Tambah Rute Penerbangan Tujuan Bandung-Semarang

Regional
Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Lempari Mobil Truk dengan Batu, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Waspadai Virus Corona, Warga Bandung Diimbau Pakai Masker

Regional
Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Habitat Terusik Tambang dan Pembalakan Liar, Orangutan Masuk Kebun Warga di Kalbar

Regional
Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Stres Skripsi Tak Kunjung Selesai, Mahasiswi di Kudus Nekat Pesta Sabu dengan 2 Teman Pria

Regional
Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Sopir Ngantuk, Mobil yang Dikendarai Masuk Jurang

Regional
Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Duduk Perkara Gubernur Sumbar Sambut Kedatangan 150 Turis China, Diprotes hingga Komentar Wagub

Regional
Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Detik-detik Dua Warga Sumedang Tewas Tertimbun Longsor Saat Berteduh di Saung Sawah

Regional
Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Paus yang Terdampar di Pulau Rote Jenis Paus Sperma

Regional
Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Tak Mau Setor Hasil Jual Durian, Pria Ini Buat Laporan Palsu dengan Mengaku Dibegal

Regional
Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Kronologi 2 Pemuda Mabuk Tewas Ditusuk di Banjarmasin, Berawal dari Curhat

Regional
Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Begini Perubahan Sukiyah, Perempuan Berambut 2 Meter dan Jadi Sarang Tikus Setelah Potong Rambut dan Bertemu Ardian

Regional
Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Culik Gadis Pemijat Selama 4 Tahun hingga Hamil, Pria Paruh Baya Dibekuk Polisi

Regional
Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Progres Pembangunan Jalan Pansela di Jatim, Tersisa 215 Kilometer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X