Permintaan Massa yang Berunjuk Rasa Mendukung Bahar bin Smith

Kompas.com - 09/07/2019, 10:31 WIB
Massa pendukung Bahar Bin Smith terlihat berkerumun didepan Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung tepatnya di Jalan Seram, menunggu putusan sidang. AGIE PERMADIMassa pendukung Bahar Bin Smith terlihat berkerumun didepan Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung tepatnya di Jalan Seram, menunggu putusan sidang.

BANDUNG, KOMPAS.com — Massa pendukung Bahar bin Smith berkerumun di depan Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Mereka memberikan dukungan dengan melantunkan shalawat dan doa.

Massa yang berkumpul ini sedang menunggu putusan pengadilan terhadap terdakwa Bahar bin Smith. Mereka meminta Bahar dibebaskan dari perkara yang menjeratnya.

"Takbir, takbir, siap dukung Habib Bahar... siap dukung Habib Bahar," teriak salah satu orator di atas mobil komando kepada massa pendukung Bahar.

Orator tersebut meminta Bahar bin Smith dibebaskan dari perkara yang menjeratnya.


"Semoga (hakim) diberikan kesadaran hidayah taufik agar bisa melakukan sesuatu supaya bisa menegakkan keadilan. Habib Bahar guru kami tidak salah, betul. Kami tidak akan lelah ikuti sidang ini, dan mudah-mudahan guru kami dibebaskan, takbir," serunya.

Baca juga: Sidang Putusan Bahar bin Smith, Kuasa Hukum Berharap Hakim Putuskan dengan Nurani

Baca juga: 5 Fakta Sidang Bahar Bin Smith, Dituntut 6 Tahun hingga Mengaku Bertanggung Jawab

Berdasarkan pantauan Kompas.com, para pendukung Bahar bin Smith sebagian besar mengenakan kopiah dan sarung. Bukan hanya para pria, para perempuan berpakaian hitam dan bercadar pun ikut mendukung Bahar. 

Pendukung Bahar juga membawa spanduk dan bendera bertuliskan #KamibersamaHabibBahar #HabibBaharPejuang.

Banyaknya pendukung yang hadir memaksa polisi menutup sementara Jalan Seram dan mengalihkan kendaraan ke jalur lain.

Polisi juga memasang kawat barier di depan gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip. Terlihat menempel di atas kawat tersebut sebuah spanduk bertuliskan "Kami Rindu Guru Kami, Habib Bahar bin Smith" yang dipasang para pendukung Bahar.

Baca juga: Pleidoi Bahar Bin Smith Ditolak, Jaksa Menilai Penasihat Hukum Kurang Cermat Urai Tuntutan

Meski begitu, orator berpesan kepada massa agar tetap menjaga keamanan dan kondusivitas.

"Tapi jaga kondusivitas jangan sampai ada provokator supaya berjalan damai," katanya.

Seperti diketahui, Bahar diadili atas penganiayaan yang dilakukannya terhadap dua pemuda berinisial CAJ dan MKU. Kedua pemuda tersebut sebelumnya mengaku sebagai Bahar saat berada di Bali.

Penganiayaan itu sendiri dilakukan Bahar di Bogor, tepatnya di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin pada Desember 2018.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X