Irigasi Jebol dan Musim Kemarau, Petani di Cianjur Terancam Menganggur

Kompas.com - 04/07/2019, 13:21 WIB
Seorang petani di Cibeber, Cianjur, Jawa Barat tengah panen padi, Selasa (02/07/2019). Petani setempat terancam tak bisa beraktivitas di musim tanam berikutnya karena sawah mengering Firman TaufiqurrahmanSeorang petani di Cibeber, Cianjur, Jawa Barat tengah panen padi, Selasa (02/07/2019). Petani setempat terancam tak bisa beraktivitas di musim tanam berikutnya karena sawah mengering

CIANJUR, KOMPAS.com – Ribuan petani di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terancam menganggur.

Sebab, musim kemarau yang diprediksi masih akan terus berlangsung ditambah dengan kondisi irigasi yang rusak membuat mereka tidak bisa tanam padi pada musim tanam berikutnya.

Para petani di wilayah itu sendiri saat ini tengah memanen padi, kendati hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Biasanya bisa dapat 8 ton per hektare, tapi sekarang paling 4-5 ton, hampir 50 persen turunnya. Soalnya sejak dua bulan lebih sawah sudah tak dapat air karena irigasi jebol dan sekarang kemarau,” kata Ajun (60), petani asal Kampung Gudang, Desa Cihaur, kepada Kompas.com, Kamis (4/7/2019).

Baca juga: Warga Diimbau Tidak Bakar Sampah Selama Musim Kemarau

Dengan kondisi kekeringan seperti sekarang ini, lanjut dia, ia dan petani lainnya tidak bisa berbuat apa-apa di musim tanam berikutnya.

“Rencananya setelah panen ini mau coba ke palawija, seperti kacang kedelai, tapi lihat kondisi seperti sekarang ini tidak ada air sama sekali, percuma saja jadinya, ya sudah dibiarkan saja dulu,” sahut Imas (52), petani lainnya.

Petani berharap, pemerintah dan pihak terkait secepatnya memperbaiki bendungan irigasi Cikondang yang jebol sejak Januari lalu agar lahan persawahan bisa kembali mendapatkan suplai air.

“Selama itu belum diperbaiki, sawah pasti sulit dapat air, tidak bisa cuma mengandalkan hujan karena belum tahu juga hujan turun lagi kapan di sini, sekarang saja sudah kering di mana-mana,” ungkap Engkos Kosasih (57), petani asal Desa Cimanggu, Cibeber.

Sementara, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Susukan Gede Kecamatan Cibeber, Rahmat Fauzi menyebutkan, ada 1.007 hektare sawah yang tersebar di sembilan desa yang terdampak kekeringan saat ini.

“Untungnya banyak yang sudah masuk masa panen. Namun, jika kondisinya terus seperti ini (tidak ada pasokan air ke sawah), musim tanam berikutnya bisa-bisa menganggur semua, petani tidak bisa tanam apapun, apalagi padi,” tutur dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5.400 Vaksin Covid-19 Tiba di Banyuwangi, Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan

5.400 Vaksin Covid-19 Tiba di Banyuwangi, Diprioritaskan untuk Tenaga Kesehatan

Regional
Diduga Terima Suap untuk Pengadaan Alkes Covid-19, Seorang Dokter Jadi Tersangka

Diduga Terima Suap untuk Pengadaan Alkes Covid-19, Seorang Dokter Jadi Tersangka

Regional
Suliyati Meninggal di Malaysia, Keluarga Malah Terima Jenazah Orang Lain, Ini Ceritanya

Suliyati Meninggal di Malaysia, Keluarga Malah Terima Jenazah Orang Lain, Ini Ceritanya

Regional
Polisi Buru Pasangan Remaja yang Video Mesumnya di Atas Motor Viral di Medsos

Polisi Buru Pasangan Remaja yang Video Mesumnya di Atas Motor Viral di Medsos

Regional
Kabupaten Cianjur Berlakukan PSBB Proporsional

Kabupaten Cianjur Berlakukan PSBB Proporsional

Regional
Cerita Ramisah, Digugat Anak Kandung yang Puluhan Tahun Merantau ke Malaysia

Cerita Ramisah, Digugat Anak Kandung yang Puluhan Tahun Merantau ke Malaysia

Regional
Jadi Tersangka, Pria dan Oknum ASN di Jatim yang Mesum Dalam Mobil Tidak Ditahan, tetapi...

Jadi Tersangka, Pria dan Oknum ASN di Jatim yang Mesum Dalam Mobil Tidak Ditahan, tetapi...

Regional
Tabrak Monyet Menyeberang Jalan, 2 Perempuan Dibawa ke Rumah Sakit

Tabrak Monyet Menyeberang Jalan, 2 Perempuan Dibawa ke Rumah Sakit

Regional
Tes Psikologi untuk Syarat Mengurus SIM Bisa via Aplikasi, Begini Caranya

Tes Psikologi untuk Syarat Mengurus SIM Bisa via Aplikasi, Begini Caranya

Regional
Penyu Hijau Seberat 50 Kilogram Ditemukan Mati di Pantai Congot Kulon Progo

Penyu Hijau Seberat 50 Kilogram Ditemukan Mati di Pantai Congot Kulon Progo

Regional
Pemkot Banjarmasin Terapkan PPKM Transisi Selama 7 Hari

Pemkot Banjarmasin Terapkan PPKM Transisi Selama 7 Hari

Regional
3 Pembakar Kantor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar Ditetapkan sebagai Tersangka

3 Pembakar Kantor Perkebunan Kelapa Sawit di Kalbar Ditetapkan sebagai Tersangka

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswi Muslim di Padang Wajib Berjilbab | Sopir Perusahaan Jadi Dalang Kasus Perampokan

[POPULER NUSANTARA] Siswi Muslim di Padang Wajib Berjilbab | Sopir Perusahaan Jadi Dalang Kasus Perampokan

Regional
Kadiskominfo Payakumbuh Positif Covid-19

Kadiskominfo Payakumbuh Positif Covid-19

Regional
Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Rombongan Pengendara Motor Kocar-kacir Dipukuli Seorang Pemuda, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X