Selasa Wage, Uji Coba Malioboro Yogyakarta Bebas Kendaraan Bermotor

Kompas.com - 13/06/2019, 18:30 WIB
Sore hari di Jalan Malioboro yang melegenda, Sabtu (12/3/2018). KOMPAS.com / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIASore hari di Jalan Malioboro yang melegenda, Sabtu (12/3/2018).


YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta telah memutuskan waktu uji coba semi pedestrian Malioboro.

Uji coba semi pedestrian Malioboro diputuskan dilaksanakan tanggal 18 Juni 2019, bersamaan dengan kegiatan Selasa Wage.

"Sudah diputuskan tadi, uji coba akan dilaksanakan pada tanggal 18 Juni," ujar Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo usai rapat di Kantor Sekda DIY, Kompleks Kepatihan, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Kita Coba Sehari Saja, Mobil dan Motor Tak Boleh Lewat di Malioboro...

Sigit menjelaskan, uji coba semi pedestrian Malioboro ini bersamaan dengan kegiatan Selasa Wage. Di mana setiap Selasa Wage, seluruh pedagang kaki lima (PKL) di Malioboro tidak beraktivitas atau tutup. Termasuk pedagang asongan dan seniman jalanan dilarang beraktivitas.

"Ya Malioboro biar bisa istirahat," ungkapnya.

Selama uji coba semi pedestrian, lanjutnya, yang diperbolehkan melintas di Jalan Malioboro adalah becak, andong dan sepeda.

Namun demikian, kendaraan umum Trans Jogja dan kendaraan pelayanan masyarakat, seperti truk sampah, mobil ambulan, dan pemadam kebakaran tetap diperbolehkan melintas.

"Uji coba dimulai pukul 06.00 Wib sampai pukul 21.00 WIB," tegasnya.

Menurutnya, saat uji coba, tidak semua jalan di sirip-sirip Malioboro akan ditutup. Jalan Suryatmajan di selatan Kantor Gubernur DIY/Kepatihan hingga Jalan Pajeksan masih bisa dilewati.

"Masih bisa melintas di depan DPRD, Malioboro Mall langsung belok ke Jalan Dagen. Masih ada rekayasa lalu lintas yang masih dibenahi, salah satunya akses ke Gedung Agung, Polresta dan Korem," ungkapnya.

Baca juga: Uji Coba Malioboro Yogyakarta Bebas Kendaraan Bermotor, Rambu Petunjuk Arah Disiapkan

Rekayasa lalu lintas untuk akses ke Gedung Agung, Polresta dan Korem ini akan dikaji oleh tim khusus. Tim ini terdiri dari Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kota dan Kepolisian.

"Nanti misalnya krusial sekali di kiri kanan, ya di buka, namanya juga masih uji coba. Saya tidak ingin, akibat ini berimbas pada seluruh kota Yogya," tandasnya

Menurutnya setelah uji coba, akan dilakukan evaluasi bersama untuk melihat kekurangannya. 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea 'Red Alert' Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Korea "Red Alert" Virus Corona, Bagaimana Pengawasan Turisnya di Bali?

Regional
Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Gubernur NTT: Saya Datang Bukan untuk Orang Suka Saya, tapi untuk Mengubah NTT

Regional
Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Remaja Asal Banyuwangi Bawa Kabur Mobil Travel Berisi 3 Penumpang

Regional
Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Mari Bantu Agustinus, Bayi dengan Kepala Membesar akibat Hidrosefalus

Regional
Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar yang Dibangun 2019 Ambrol, Ini Penjelasan DPU-PR Boyolali

Regional
Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Pesawat Trigana Air Tergelincir di Bandara Sentani Jayapura, Papua

Regional
Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Warga Rusia Hilang di Perairan Nusa Penida Bali Saat Spearfishing

Regional
Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Bobok Bumbung, Cara Warga Desa di Cilacap Menabung untuk Bayar PBB

Regional
Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Demam Berdarah di NTT Sebabkan 21 Orang Meninggal

Regional
Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Terendam Banjir, PLN UID Jabar Putus Sementara Aliran Listrik di 712 Gardu

Regional
Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Penderita DBD di Sikka Bertambah Jadi 868 Orang, 7 Meninggal Dunia

Regional
Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Fakta Baru Tragedi Susur Sungai Sempor di Sleman, 3 Tersangka Ditahan hingga Tanggapan Sri Sultan

Regional
Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Regional
Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Baru Dibuka 2 Bulan, Jembatan Senilai Rp 1,2 Miliar Ambruk

Regional
Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Gempa Bermagnitudo 5,1 Guncang Mentawai, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X