5 Warga Garut yang Diduga Teroris Dipulangkan, Diantar Densus 88

Kompas.com - 24/05/2019, 10:31 WIB
Kapolres Garut AKBP Budi Satria wiguna saat diwawancara Rabu (22/5/2019) Kompas.com/ARI MAULANA KARANGKapolres Garut AKBP Budi Satria wiguna saat diwawancara Rabu (22/5/2019)

CIAMIS, KOMPAS.com - S (42), warga Lingkungan Karang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat telah dipulangkan ke rumahnya oleh petugas kepolisian, Rabu malam (22/5/2019).

Sebelumnya, S dan empat rekannya ditangkap polisi di daerah Malangbong, Kabupaten Garut saat hendak mengikuti aksi 22 Mei, Selasa lalu (21/5/2019).

Saat ditemui di rumahnya, S tidak bersedia diwawancarai. Menurut keluarganya, S masih lelah dan ingin beristirahat.

Dikonfirmasi secara terpisah, ketua RT setempat, Ismail Suangga mengatakan, S diantar anggota Densus 88 Anti-teror dari Polda Jawa Barat, Rabu malam. Petugas tersebut sebanyak tiga orang.


Baca juga: Kronologi Penangkapan 5 Terduga Teroris yang Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

"Tiba jam 21.00 WIB. Setelah shalat tarawih. Semuanya (yang sempat diamankan) sudah pulang," kata Ismail saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (24/5/2019).

Petugas yang mengantar S, kata Ismail, tidak berkata banyak. Mereka hanya bilang S menjalani pemeriksaan biasa.

Saat bertemu S, Rabu malam, Ismail tidak berbincang panjang lebar. S hanya mengatakan diperiksa di Mapolres Garut. "Bukan di Polda Jabar," ujarnya.

Dikenal rajin ibadah

Menurut Ismail, S bekerja di sebuah perusahaan air minum di Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, dia dan keluarganya memiliki usaha menjual santan kelapa dan bumbu masakan Padang di Ciamis. "Ke Jakarta mau ikut aksi 22 Mei," kata dia.

Baca juga: 5 Terduga Teroris Ditangkap di Garut, Hendak ke Jakarta Ikut Aksi 22 Mei

Pada aksi 212 beberapa tahun lalu, lanjut Ismail, S juga berangkat ke Jakarta. Bahkan saat itu dia pergi bersama keluarganya.

Di mata tetangga, kata Ismail, S merupakan orang yang rajin ibadah. Oleh karenanya dia sama sekali tidak percaya S dibilang terduga teroris. "Tidak ada yang mencurigakan," ucapnya.

Menurut dia, tiap Minggu suka ada pengajian di rumah S. Peserta pengajian dari warga setempat.

"Kesehariannya seperti warga lainnya. Bergaul dengan tetangga. Aktif di pengajian," ucapnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Cerita di Balik Ustaz Abdul Somad Mundur dari PNS UIN Suska Riau

Regional
Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X