Tak Terkait Aksi 22 Mei, Mapolsek di Papua Dibakar Massa

Kompas.com - 22/05/2019, 18:25 WIB
Ilustrasi kebakaran ShutterstockIlustrasi kebakaran

JAYAPURA, KOMPAS.com - Mapolsek Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua, dibakar massa yang mengamuk, Selasa (21/5/2019) malam. Peristiwa ini tak terkait dengan aksi 22 Mei, dimana ada aksi massa yang menolak hasil Pemilu 2019.

Pembakaran dipicu kekesalan massa terhadap polisi yang melakukan penembakan terhadap seorang warga yang melakukan aksi pemalakan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal mengatakan, pembakaran bermula saat petugas kepolisian dari Polsek Waghete mendapatkan laporan ada pria mabuk yang melakukan perusakan kendaraan dan penganiayaan di Jalan Poros Waghete 2, tepatnya di depan SMP SPPK.

Petugas menuju lokasi untuk mengamankan pelaku. Namun, pria itu justru melakukan perlawanan. Kemudian keluarga pelaku datang untuk membawa pulang pria tersebut.


Baca juga: Aula BKD Intan Jaya Papua Diduga Dibakar

Tidak lama berselang, anggota Lantas Polres Paniai melaporkan bahwa pria itu kembali membuat ulah di tempat yang tidak jauh dari lokasi sebelumnya.

Saat hendak diamankan, pelaku lari ke rumahnya dan kembali dengan membawa busur panah dan menyerang aparat.

Menurut Kamal, anggota Polsek Waghete sudah mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, pelaku tetap mengejar sampai ke dalam mobil patroli. Akhirnya petugas menembak korban.

Akibat kejadian itu, massa menyerang Mapolsek Waghete dan membakarnya pada Selasa malam.

"Yang terbakar Mapolsek, tiga unit mobil dinas dan satu unit mobil yang sedang terparkir di depan Mapolesek. Kemudian ada dua ruko dibakar dan massa juga melakukan tindak asusila kepada tiga perempuan," ucap Kamal, saat dikonfirmasi, Rabu (22/5/2019).

Petugas sudah sejak Selasa malam tiba di lokasi untuk bertemu dengan masyarakat karena sempat terjadi pemalangan jalan yang menyebabkan aktivitas masyarakat terganggu.

Selain itu, satu SST dari Brimob Nabire pada Rabu pagi sudah tiba di Deiyai disusul oleh Dirsampta dan Kabid Propam Polda Papua.

"Tersangka pada Selasa malam sudah diberikan penanganan medis. Namun, karena keterbatasan peralatan di RS Paniai maka dia langsung dibawa ke Nabire," ucap Kamal.

"Isu adanya tiga korban meninggal dunia, belum ada laporan ke pihak kepolisian. Jangan terprovokasi yang membuat situasi lebih gaduh di sana," katanya.

Ia mengklaim kini situasi di Waghete sudah kondusif dan proses penyelidikan tengah berjalan.

Baca juga: Kapolres Langkat: 2 Ruangan Lapas Narkotika Hinai Dibakar Narapidana

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X