Tak Suka Kinerja Dewan, Pria Ini Bakar Surat Suara

Kompas.com - 16/05/2019, 15:22 WIB
Ilustrasi surat suara pemilu. KOMPAS.comIlustrasi surat suara pemilu.


YOGYAKARTA,KOMPAS.com- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, melimpahkan kasus pembakaran surat suara saat pemilu 17 April 2019 lalu ke pihak kepolisian.

Pelaku dijerat UU Pemilu dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp 48 juta.

Divisi Penegakan dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Gunungkidul Sudarmanto mengatakan, setelah melakukan penyelidikan, pihaknya menyerahkan kasus pembakaran surat suara di TPS 9 ke Polres Gunungkidul, Rabu (15/5/2019).

Baca juga: Bawaslu: Pembakaran Surat Suara di Papua Terjadi Usai Penghitungan Suara

Pelaku atas nama Mahardika Wirabuana Krisna Murti. Hasilnya terdapat unsur tindak pidana pemilu pada kejadian tersebut.

"Pelimpahan berkas tersebut dilakukan setelah dilakukan pembahasan oleh sentra Gakkumdu selama 14 hari,"katanya saat ditemui di Kantor Bawaslu Gunungkidul, Kamis (16/5/2019).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihaknya, pelaku dengan sadar melakukan aksi pembakaran surat suara tersebut. Pelaku diduga terpengaruh situasi politik nasional. Mahardika baru pertama kali menggunakan hak suaranya di Pemilu 2019 ini.

"Karena saat klarifikasi kemarin di mengaku kecewa terhadap kinerja dewan,"ucapnya.

Baca juga: Pembakaran Surat Suara, Bawaslu Gunungkidul Mintai Keterangan Saksi

"Posisinya sadar, karena saat kita klarifikasi dia juga lancar (menjelaskan kronologi) dan proaktif. Untuk alasannya bawa korek itu karena dia itu teknisi otodidak dan kemana-mana bawa barang yang ada di kamarnya, salah satunya korek api," ucapnya.

Dijelaskannya, pelaku melanggar Pasal 531 Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan, menghalangi seseorang untuk memilih, membuat kegaduhan, atau mencoba menggagalkan pemungutan suara, dengan hukuman maksimal 4 tahun dan denda maksimal Rp 48 juta

Koordinator Penyidik Gakumdu Iptu Wawan Anggoro mengungkapkan, pihaknya mempunyai waktu 14 hari kerja untuk menyelesaikan kasus tersebut dan dilimpahkan ke kejaksaan.

Dalam kasus ini, tidak akan melakukan penahanan kepada pelaku selama proses penyidikan berlangsung.

"Tidak dilakukan penahanan, kalau pidana pemilu secara aturan memang tidak ditahan,"katanya. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sopir Perempuan Tabrak Keluarga Pengemis gegara Main HP Saat Menyetir

Sopir Perempuan Tabrak Keluarga Pengemis gegara Main HP Saat Menyetir

Regional
Positif Covid-19, Istri Gubernur Bali: Bapak Agak Takut Sampaikan Hasil Tes Swab Saya

Positif Covid-19, Istri Gubernur Bali: Bapak Agak Takut Sampaikan Hasil Tes Swab Saya

Regional
Layanan RSUD Babel Tetap Berjalan meski 2 Staf dan 1 Dokter Positif Corona

Layanan RSUD Babel Tetap Berjalan meski 2 Staf dan 1 Dokter Positif Corona

Regional
Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Kronologi Seorang Ibu Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur

Regional
Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Cerita Wahyuni Melahirkan di Tepi Jalan Berlumpur, Beralas Tikar Pandan dan Dipayungi Warga

Regional
Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Apes, Pelaku Ini Tak Sadar Tawarkan Jasa Khusus Jalan Tikus Bebas Rapid Test ke Danramil dan Ditangkap

Regional
Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Tol Pekanbaru-Dumai Gratis Selama Dua Pekan

Regional
Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Istri Gubernur Bali Terpapar Covid-19, Diumumkan lewat Video Berdurasi 13 Menit

Regional
Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Tak Hanya Gowes, Tour de Borobudur 12 Hadirkan Pengalaman Naik Kereta Uap

Regional
Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Dugaan Kampanye Terselubung Petahana di Pilkada Ogan Ilir, Lantik Karang Taruna hingga Bantuan Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Terungkap, Ini Motif Pelaku Pembunuh Sekretaris yang Jasadnya Ditemukan di Kebun Sawit

Regional
Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Mayat Sekretaris yang Hamil Ditemukan di Kebun Sawit Ternyata Korban Begal, Pelaku Ditangkap

Regional
Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Tak Kuat Lewati Jalan Rusak, Wahyuni Menepi dan Melahirkan di Jalan Berlumpur

Regional
Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Ini Daftar 12 Daerah dan Paslon yang Mengikuti Pilkada Serentak Sulsel 2020

Regional
Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Wali Kota Tegal Mengaku Tak Tahu Ada Panggung Dangdut Megah di Hajatan Wakil Ketua DPRD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X