Menkes: Kita Sudah Ditegur WHO...

Kompas.com - 13/05/2019, 15:08 WIB
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kedua kanan) bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (ketiga kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan), dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (kedua kiri) berdialog dengan peserta dalam acara peringatan hari malaria sedunia di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Senin (13/5/2019). Kegiatan tersebut membahas target eliminasi malaria di Indonesia tahun 2030 yang dibagi menjadi lima kawasan, dimana Jawa dan Bali merupakan kawasan verifikasi eleminasi pertama yang ditargetkan oleh WHO pada tahun 2023. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/aww. Nyoman Hendra WibowoMenteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kedua kanan) bersama Menteri Kesehatan Nila F Moeloek (ketiga kiri), Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan), dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak (kedua kiri) berdialog dengan peserta dalam acara peringatan hari malaria sedunia di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Senin (13/5/2019). Kegiatan tersebut membahas target eliminasi malaria di Indonesia tahun 2030 yang dibagi menjadi lima kawasan, dimana Jawa dan Bali merupakan kawasan verifikasi eleminasi pertama yang ditargetkan oleh WHO pada tahun 2023. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/nym/aww.

BALI, KOMPAS.com - Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan bahwa Indonesia berusaha bebas malaria di tengah kondisi bahwa jumlah penduduk yang sangat besar dan kondisi geografis yang tidak mudah dijangkau.

"Kita sudah ditegur WHO, harus 2030 sudah eliminasi malaria semuanya. Kalau tidak ada komitmen, tidak akan mungkin," kata Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Malaria Sedunia ke-12 di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, Senin (13/5/2019).

Nila menambahkan, dari 34 provinsi di Indonesia, ada lima provinsi yang belum satu pun kabupaten/kotanya mencapai status eliminasi malaria, yakni Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT.

"Malaria akan sangat mengganggu kesehatan, bisa berakibat kematian, menghambat tumbuh kembang anak serta mengganggu aktivitas anak, menyebabkan anemia kronis, sehingga menjadi SDM yang tidak berdaya saing," ucapnya.


Untuk menunjang cita-cita ini, sebanyak tujuh kepala daerah dari Pulau Jawa dan Bali menandatangani komitmen untuk mencapai eliminasi malaria.

Tujuh kepala daerah tersebut adalah Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X dan perwakilan Pemerintah Provinsi Banten.

Sebelum ditandatangani, empat poin komitmen eliminasi malaria tersebut dibacakan oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Poin pertama adalah mencapai eliminasi malaria tingkat provinsi paling lambat pada tahun 2022, selanjutnya poin kedua berkomitmen untuk membuat regulasi daerah untuk pencapaian eliminasi dan pemeliharaan daerah bebas malaria.

Ketiga, mengalokasikan anggaran untuk kegiatan mempertahankan daerah bebas malaria dalam mencegah penularan kembali malaria dan kesiapsiagaan KLB (APBD provinsi, APBD kabupaten/kota, dan sumber lain).

Selanjutnya, poin terakhir berisikan penguatan komitmen pemangku kepentingan untuk mendukung upaya pemeliharaan bebas malaria meliputi penguatan surveilans malaria, penguatan diagnosa dini malaria, dan mengobati dengan tepat, serta penguatan kemandirian masyarakat dalam mencegah munculnya kasus baru malaria serta penguatan jejaring kemitraan dalam pencegahan malaria.

Pada kesempatan itu, Nila juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang telah mendorong kebijakan pengurangan sampah plastik sebagai salah satu upaya untuk mencegah malaria.

Dalam acara itu juga diserahkan sertifikat eliminasi malaria kepada 11 bupati yakni Aceh Barat, Bungo, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, Tanjung Jabung Barat, Lampung Barat, Cilacap, Kebumen, Hulu Sungai Tengah, Luwu Timur dan Toli-Toli.

Di sisi lain, untuk mencapai eliminasi malaria di Indonesia tahun 2030, Indonesia dibagi menjadi lima regional. Jawa dan Bali merupakan regional pertama yang ditargetkan untuk diverifikasi eliminasi malaria oleh WHO pada 2023.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Fakta Lengkap Mahasiswi Bengkulu Ditemukan Tewas Terkubur di Belakang Kos, Pelaku Sakit Hati hingga Polisi Bentuk Tim Khusus

Regional
Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Gibran Resmi Maju Pilkada 2020, Pesan dari Jokowi hingga Dikritik Terlalu Ngebet

Regional
Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Sebelum Dicabuli, Siswi SMK Dicekoki Miras oleh Gurunya

Regional
Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Sampai Akhir Penutupan, 97 Balon Pilkada 2020 Tercatat di DPD PDI-P Jateng

Regional
5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

5 Fakta Seputar UN Dihapus, Dukungan Kepala Daerah hingga Dikritik Jusuf Kalla

Regional
Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Evakuasi Kereta Api Anjlok Rampung, Perbaikan Rel Selesai Hari Ini

Regional
4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

4 Fakta Oknum Guru Pendamping Olimpiade Sains Cabuli Siswinya, Dilakukan di Hotel hingga Berhasil Ditangkap

Regional
4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

4 Sungai di Surabaya Dikembangkan Jadi Transportasi Air, Apa Saja?

Regional
Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Korban Banjir di Kampar Mulai Terserang Penyakit

Regional
Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Eks Rumah Dinas PT KAI di Cihampelas Bakal Dibangun Masjid

Regional
Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Jasad Balita Tanpa Kepala Diduga Yusuf, Orangtua Jalani Tes DNA

Regional
Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Kata FX Hadi Rudyatmo soal Gibran Mencalonkan Diri Melalui DPD PDI-P Jateng

Regional
Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Mari Bantu Kesembuhan Nadia dan Vika, Kakak Beradik Asal Sumsel yang Terkena Penyakit Kulit Langka

Regional
Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Tengah Tertidur, Ayah dan Anak di Sigi Tewas Saat Banjir Bandang Datang

Regional
2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X