Kerap Makan Jarinya Sendiri, Perempuan Ini Dibawa ke RS Jiwa Surabaya

Kompas.com - 07/05/2019, 23:55 WIB
Ilustrasishutterstock Ilustrasi

SURABAYA, KOMPAS.com - Fit (29), warga Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memiliki kebiasaan aneh, yakni menggigit jarinya sendiri.

Akhirnya, Fit pun dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya pada 21 April lalu.

Hingga Selasa (7/5/2019), Fit terlihat lebih baik dari 2 pekan sebelumnya sejak baru masuk ke RS Jiwa Menur Surabaya.

Bahasa yang disampaikannya mulai tertata baik, cara komunikasinya dengan pengunjung juga disebut dokter cukup bagus.


"Dia termasuk pasien dengan adaptasi yang sangat cepat. Hanya dalam 2 pekan, sudah banyak perubahan," kata dr Lila Nurmayanti, dokter yang menangani pasien gangguan jiwa.

Baca juga: Idap Skizofrenia, Polisi yang Tembak Mati Adik Iparnya Divonis Masuk RS Jiwa

Fit adalah pasien penderita gangguan jiwa berat. Jika kambuh, dia disebut kerap memakan jari-jarinya sendiri.

Pada 21 April lalu, dia dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Menur di Surabaya untuk menjalani perawatan khusus atas rekomendasi tim dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Dua pekan menjalani pengobatan di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, Fit terlihat lebih terawat. Kedua tangan perempuan berhijab itu dibalut perban. Jari-jarinya tampak tidak lagi utuh.

Dokter Lila tidak berani memastikan jari-jari Fit yang tidak utuh itu karena dimakan sendiri atau bukan. "Tapi menurut informasi dari keluarganya seperti itu (dimakan sendiri, red)," kata dr Lila.

Hasil pemeriksaan intensif tim dokter, Fit mengalami gangguan jiwa akibat masalah keluarga yang dihadapinya. Menurutnya, setiap orang memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan masalahnya, termasuk Fit.

Fit kini harus menjalani pengobatan dan terapi holistik untuk mengembalikan kondisi tubuh dan kejiwaannya.

"Selain dengan minum obat, Fitriani juga menjalani psikoterapi secara intensif di sini sampai waktu yang belum ditentukan," terangnya.

Baca juga: Diduga Alami Gangguan Jiwa, Adik Tikam Kakak Kandung Hingga Tewas

Herlin Ferliana, direktur Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya, berjanji, meski Fit adalah pasien dengan tanggungan pemerintah, pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal.

"Termasuk dengan akan memberikan tangan palsu kepada Fitriani jika nanti fisiknya memungkinkan," ucapnya.

Selasa siang, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah menjenguk Fit di Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya. Khofifah ingin memastikan Fit tertangani dengan baik hingga dinyatakan sembuh.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X