Ini Tanggapan Yusril Soal Kader dan Simpatisan PBB Dukung Paslon 02

Kompas.com - 07/04/2019, 11:30 WIB
Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra saat ditemui di Hotel Santika, Kota Bekasi, Rabu (30/1/2019). KOMPAS.com/ DEAN PAHREVIKetua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra saat ditemui di Hotel Santika, Kota Bekasi, Rabu (30/1/2019).

BATAM, KOMPAS.com - Ketua umum Partai Bulan Bintang ( PBB) Yusril Ihza Mahendra ditemui di Batam, Kepulauan Riau menegaskan dirinya tidak akan memaksakan kadernya maupun simpatisan PBB, yang memang memilih untuk mendukung Pasangan Calon (Paslon) Capres 02, Prabowo-Sandi.

Yusril menilai itu keputusan pribadi yang menurut partai sah-sah saja, asal tidak menyertakan artibut partai.

"Saya tidak mempermasalahkan hal itu, karena itu hal yang biasa namun sifatnya pribadi," kata Yusril di Batam, Minggu (7/4/2019).

Mantan Mentri Sekertaris Negara (Mensesneg) ini juga mengatakan dirinya tidak begitu fanatik kepada kedua Paslon Capres, baik paslon nomor urut 01 atau 02 yang bertarung pada pemilihan umum (Pemilu) 2019 saat ini.


Baca juga: Perjalanan Politik Yusril dan PBB hingga Akhirnya Dukung Jokowi-Maruf

Namun karena Partai punya kebijakan resmi, yang diambil dari musyawarah untuk memberi dukungan kepada paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’aruf Amin.

Tentunya hal itu perlu dihormati untuk semua kader dan simpatisan.

"Makanya saya tegaskan, jika ada kader dan simpatisan yang mendukung paslon 02. Hal itu murni pendapat pribadi yang bersangkutan," jelasnya.

Lebih jauh Yusril mengatakan dirinya juga tidak akan menilai hal itu sebagai bentuk pembangkangan.

Baca juga: Yusril: Tidak Betul Caleg Beda Pilihan Capres-Cawapres Dipecat

Sebab PBB sendiri memiliki misi, setiap Kader PBB harus bisa meraup suara dari kaum marginal.

Seperti tenaga pekerja migran di tempat penampungan yang pada hari pelaksanaan pemungutan suara mereka juga memiliki hak pilih sebagai warga negara.

Bahkan PBB telah menggerakan mesin partai untuk meraup suara dari kaum marginal yang ada di Tanah Air secara Nasional.

Dengan cara memberi bantuan hukum dan pendampingan kepada kaum marginal itu sendiri.

Baca juga: Menurut Yusril, Realistis bagi PBB untuk Dukung Jokowi-Maruf

Menurut data badan pusat statistik (BPS) ada sekitar 260.000 pekerja migran yang akan berangkat keluar negeri pada pertengahan tahun 2019 ini, sekitar 40 persen berada di penampungan di Batam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Pengakuan Pekerja Lokalisasi Sunan Kuning Sebelum Penutupan

Regional
Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Walau Palembang Diguyur Hujan Lebat, Tapi Lokasi Karhutla Masih Membara

Regional
Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Mari Bantu Siswa-siswi SD di Flores Agar Tak Lagi Pikul Air 5 Km untuk Siram Toilet

Regional
Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Kisah Dua Nenek Buta Kakak-Beradik yang Sakit-sakitan dan Setia Tinggal Bersama

Regional
Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Bupati Madiun Jamin Anak-anak Pengungsi Wamena Tak Putus Sekolah

Regional
Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Kisah Bocah 3,5 Tahun Penderita Tumor Ganas, Hanya Bisa Terbaring dengan Perut Sebesar Bola Basket

Regional
Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Fakta Ajudan Nekat Curi Uang Kapolres, Terdesak Cicilan Mobil hingga Terancam 5 Tahun Penjara

Regional
Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Kecanduan Game Online, Puluhan Pelajar Diobati di Rumah Sakit Jiwa Solo

Regional
Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Kisah Relawan Jelajahi Gua Vertikal untuk Cari Air Bersih: Puluhan Tahun Akhirnya Kami Tidak Kekeringan Lagi

Regional
Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Dicabuli Guru Les Vokal hingga Hamil 8 Bulan, Siswi SMP Alami Trauma, Pilih Berhenti Sekolah

Regional
Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Joki Cilik Meninggal Saat Pacuan Kuda, Aktivis Kampanyekan #Stopjokicilik

Regional
Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Kopi Sumowono, Awalnya untuk Panti Asuhan Kini Harganya Rp 5 Juta Per Kg

Regional
Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Daftar 20 Desa di Sleman yang Dilewati Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen

Regional
Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Duduk Perkara OTT Wali Kota Medan, demi Tutupi Biaya Perjalanan ke Jepang ...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

[POPULER NUSANTARA] Rumah Ayah Tiri Kapolri Tito Terbakar | Cerita Driver Ojol Lulus Cum Laude S2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X