Kompas.com - 29/03/2019, 18:02 WIB
Komodo di Taman Nasional Komodo, Resort Loh Buaya, Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/5/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAKomodo di Taman Nasional Komodo, Resort Loh Buaya, Pulau Rinca, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (10/5/2014).

KOMPAS.com – Sejumlah oknum penyelundup komodo berhasil terungkap beberapa waktu lalu di Surabaya. Bayi reptil endemik Nusa Tenggara Timur dan beberapa jenis satwa liar langka lainnya ditemukan dijual ke berbagai negara di Asia Tenggara melalui Facebook.

Singapura menjadi pintu gerbang reptil-reptil dengan status rentan terhadap kepunahan ini dikirim ke tangan para pemesan.

Berdasarkan hasil penyelidikan Direktorat Kriminal Khusus Polda Jawa Timur, satu bayi komodo diketahui dilepas ke pembeli dengan harga Rp 500 juta.

Binatang "rumahan"

Selain populasinya yang semakin menipis, kadal purba terbesar yang masih tersisa ini merupakan hewan endemik yang hanya ada di beberapa pulau di NTT, seperti Balai Taman Nasional Komodo dan Flores.

Lebih dari itu, melihat hasil riset yang dilakukan oleh sejumlah peneliti internasional bekerja sama dengan Komodo Survival Progam yang dipublikasikan di laman The Royal Society, komodo diketahui sebagai binatang yang tidak pernah meninggalkan tempat ia dilahirkan.

Komodo bisa bergerak di berbagai medan dan hidup di beragam kondisi, namun mereka tidak pernah bergerak meninggalkan habitat aslinya.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, meskipun komodo memiliki kemampuan fisik dan sensorik yang mumpuni untuk melakukan perjalanan jauh, mereka tidak bergerak melampaui lembah tempat di mana mereka dilahirkan atau ditangkap.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Penjualan 41 Komodo ke Luar Negeri Melalui Facebook

Kesulitan berkembang

Masih dari penelitian yang sama, disebutkan pernah dilakukan uji coba pemindahan komodo ke area di luar habitat aslinya. Beberapa ekor komodo dipindahkan dari tempat asalnya, tidak jauh, masih di sekitar pulau asal.

Tim S. Jossep, salah satu peneliti menyebut komodo-komodo yang dipindahkan mengalami kesulitan mencari mangsa dan pasangan untuk bereproduksi.

Hal itu dikarenakan perbedaan lingkungan dan ekosistem di area baru dari area mereka yang sebelumnya.

Karena alasan itulah, komodo tidak pernah meninggalkan habitatnya. Berpindah tempat adalah hal yang tidak menguntungkan bagi komodo.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Kang Emil Sebut Idul Adha Jadi Momentum Saling Menguatkan di Kala Pandemi

Regional
PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

PPKM Darurat Diperpanjang, Ini Strategi Khusus Pemkot Madiun Tangani Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X