Anak Sapi di Jombang Lahir dengan 3 Mata dan 4 Lubang Hidung

Kompas.com - 26/03/2019, 17:19 WIB
Anak sapi milik Slamet, peternak sapi asal Desa Karangan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Jawa Timur. Anak sapi itu memiliki 3 biji mata dan 4 lubang hidung. KOMPAS.com/HANDOUTAnak sapi milik Slamet, peternak sapi asal Desa Karangan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Jawa Timur. Anak sapi itu memiliki 3 biji mata dan 4 lubang hidung.

JOMBANG, KOMPAS.com - Seekor sapi milik Slamet, peternak asal Desa Karangan Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang Jawa Timur, melahirkan anak sapi yang memiliki 3 mata, 2 pasang hidung, dan 4 lubang hidung pada anak sapi jenis sapi perah tersebut.

Ketiga mata anak sapi ini berada di sisi kiri dan kanan, dan satu mata berada di tengah, tepatnya di atas hidung.

Baca juga: 5 Ekspresi Manusiawi yang Juga Dimiliki Hewan

Slamet mengatakan, anak sapi lahir sepekan lalu. Dari Induk sapi yang sama, anak sapi yang lahir dengan beberapa keanehan itu merupakan kelahiran pada periode kedua.

Anak sapi itu lahir dari proses kawin suntik.

"Sapi ini dari induk yang sama. Kalau yang pertama dulu normal," katanya saat ditemui di kediamannya, Selasa (26/3/2019).

Anak sapi tersebut memiliki berat 30 kilogram. Hingga sepekan pasca-dilahirkan, anak sapi itu masih lemah dan harus digendong saat menyusu ke induknya.

"Masih belum berdiri tegak. Jadi saya gendong saat menyusu ke induknya. Tiap hari saya tungguin," ujar pria yang sudah beternak sapi selama delapan tahun ini.

Anak sapi milik Slamet, peternak sapi asal Desa Karangan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Jawa Timur. Anak sapi itu memiliki 3 biji mata dan 4 lubang hidung. KOMPAS.com/HANDOUT Anak sapi milik Slamet, peternak sapi asal Desa Karangan Kecamatan Bareng Kabupaten Jombang Jawa Timur. Anak sapi itu memiliki 3 biji mata dan 4 lubang hidung.
Sempat ditawar 

Lahirnya anak sapi dengan ciri tak lazim itu membuat heboh warga sekitar. Bahkan, sejumlah orang yang datang sempat mengutarakan niatnya untuk membeli anak sapi tersebut.

Baca juga: Dalang Punahnya Hewan Raksasa adalah Moyang Kita, 2 Hal Ini Buktinya

Dikatakan Slamet, saat berusia dua hari, ada yang mau membeli anak sapi tersebut dengan harga Rp 4 juta. Namun, dia menolak tawaran itu dan memilih untuk merawatnya sendiri.

"Saya tidak berniat menjualnya. Ini adalah berkah dan saya akan rawat sendiri," ujar Slamet.

Slamet merupakan peternak sapi jenis sapi perah penghasil susu. Di kandangnya, dia memelihara beberapa ekor sapi untuk diambil susunya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X