Sebulan Jelang Pemilu, 3.048 Warga Gunungkidul Belum Rekam E-KTP

Kompas.com - 12/03/2019, 23:26 WIB
Ilustrasi e-KTP KOMPAS/WISNU WIDIANTOROIlustrasi e-KTP

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ribuan masyarakat Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, belum melakukan perekeman E-KTP berdasarkan data terbaru Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil) Kabupaten Gunungkidul. 

Diduga, sebagian besar warga yang belum melakukan perekaman E-KTP tersebut merupakan warga yang melakukan perantauan ke luar daerah.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Gunungkidul Arisandi Purba, saat ditemui dikantornya, Selasa (12/3/2019). 

Dia mengatakan Data terakhir Disdukcapil Gunungkidul mencatat jumlah total warga di Gunungkidul wajib E-KTP sebanyak 599.789 orang. 

Sedangkan jumlah warga yang telah melakukan perekaman E-KTP baru sebanyak 596.741 orang. "Ada sebanyak 3.048 orang yang belum melakukan perekaman," katanya. 

Baca juga: Dirjen Disdukcapil Tegaskan Perekaman E-KTP Tidak Perlu Pengantar RT RW 

Menurut dia, ada berbagai alasan mengapa ribuan warga ini belum melakukan perekaman E-KTP. Diantaranya karena sudah melakukan perekaman secara mandiri seperti penduduk yang telah memasuki usia jompo dan penduduk difabel.

Selain itu, banyaknya orang yang merantau ke luar daerah. "Seperti diketahui banyak warga Gunungkidul yang bekerja di luar daerah. Mungkin malas untuk pulang untuk perekaman," katanya. 

"Saat ini pemerintah pusat sudah membuka bagi masyarakat yang masih merantau untuk melakuakn perekaman di tempat masing-masing dengan syarat membawa Kartu Keluarga (KK). Kami beberapa waktu lalu merekam warga Sleman," katanya.

Baca juga: 53.019 Warga Polman Belum Lakukan Perekaman E-KTP

Ketua Divisi data dan perencanaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul Asih Nuryanti mengatakan, data pemilih pemilu sumbernya adalah dari DP4 yang disusun oleh Disdukcapil.

Pihaknya selalu berkoordinasi denag Disdukcapil Gunungkidul terkait dengan data pemilih. "KPU juga mendata daftar pemilih khusus (DPK) maksudnya adalah pemilih yang telah memenuhi syarat yang belum masuk dalam daftar pemilih tetap," ucapnya.

Dia mengatakan, masyarakat yang sudah memiliki E-KTP yang belum terdaftar pemilih, bisa mengikuti pemilu.

Misalnya ada seseorang yang merekam dalam jangka waktu yang mepet dengan waktu pemilihan karena mereka bisa memilih dengan menunjukkan E-KTP dan sesuai dengan alamat yang di KTP tetapi waktunya dibatasi hanya satu jam. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Bayi Laki-laki Ditemukan Tewas Terbungkus Plastik di Pinggir Jalan

Regional
Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Strategi Paslon Majukan Daerah, Gibran Fokus Pemulihan Ekonomi, Bajo Gandeng Koalisi Rakyat

Regional
8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

8 Demonstran Terlibat Ricuh di Depan KPU Sulsel Dikenakan Wajib Lapor

Regional
Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Satgas Sebut Pemerintah Pusat Keliru Sampaikan Data Covid-19 di Papua karena Masalah Sistem

Regional
Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Imbas Kerumunan Penonton Sepak Bola di Serang, Seorang Kapolsek Dicopot

Regional
7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

7 Kabupaten yang Gelar Pilkada di NTT Kekurangan Surat Suara

Regional
Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Video Viral Sebuah Bus Lawah Arah Saat Macet, Sopir Akhirnya Kabur karena Dipukuli Massa

Regional
22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

22 Nakes Positif Covid-19, Poli Rawat Jalan RSUD dr Moh Saleh Tutup 2 Hari

Regional
Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Menkopolhukam Perintahkan Aparat Tangkap Ali Kalora dan Pengikutnya Sebelum Natal

Regional
Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Ganjar Minta Warga Tak Bepergian ke Luar Kota Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Penyebab Sungai di Banyumas Dipenuhi Busa karena Limbah Kimia

Regional
Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Komisi IV Minta 6 Ketua RT di Babel Tak Ditahan dan Kegiatan Kapal Isap Dihentikan

Regional
Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Terperosok di Bekas Sumur yang Tertutup Banjir, Nenek 70 Tahun Tewas

Regional
Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Pelajar SMA Dibegal, Diancam Ditembak oleh Pelaku

Regional
27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

27 Karyawan Metro TV Surabaya Positif Covid-19, Dokter Sebut Tanpa Gejala

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X