Evakuasi Korban, Alat Berat Dikerahkan Buka Akses ke Lubang Tambang yang Longsor di Sulut

Kompas.com - 03/03/2019, 08:02 WIB
Alat berat jenis eskavator saat membuka akses jalan menuju lokasi tambang yang longsor di Desa Bakan, Kecematan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw (Bolmong), Sulawesi Utara, Sabtu (2/3/2019).KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEY Alat berat jenis eskavator saat membuka akses jalan menuju lokasi tambang yang longsor di Desa Bakan, Kecematan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw (Bolmong), Sulawesi Utara, Sabtu (2/3/2019).

MANADO, KOMPAS.com - Pembukaan akses jalan menuju titik lubang tambang yang longsor di Desa Bakan, Kecematan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondouw (Bolmong), Sulawesi Utara, terus dilakukan, Sabtu (2/3/2019).

Pembukaan akses jalan dilakukan dengan menggunakan alat berat eskavator.

Informasi dari Tim SAR gabungan, enam meter lagi akses jalan yang dibuka sampai ke titik lubang tambang. Diperkirakan, Minggu (3/3/2019) subuh baru bisa capai titik lubang.

Dibukannya akses jalan tersebut guna memudahkan evakuasi korban. Sebab, masih ada sejumlah korban yang tertimbun dengan batu cukup besar di dalam lubang.

Baca juga: 5 Fakta Longsor Tambang Emas di Sulut, Diduga Tak Miliki Izin hingga Puluhan Penambang Terjebak Longsor

Sehingga, harus diangkat oleh alat berat. Namun, belum bisa diprediksi berapa banyak yang masih terperangkap di dalam lubang.

Kepala Basarnas Marsekal Madya Bagus Puruhito mengatakan, alat berat masih terus membuka askes jalan menuju lokasi musibah.

"Tadi malam, akses jalan baru seperempat dibuka. Hari ini sudah semakin dekat. Mudah-mudahan itu semakin lancar," kata Bagus saat diwawancarai wartawan, di base PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM), usai memantau lokasi tambang.

Menurut Bagus, memang perlu kehati-hatian dalam membuka akses jalan ini.

"Karena bekerja persis di pinggir tebing, dengan ruang atau space sangat sempit. Yang jelas, fokus kami masih tetap melakukan evakuasi korban yang ada di dalam," ujar dia.

"Saya mohon dukungan doa semua masyarakat agar pembukaan akses jalan, pencarian, dan evakuasi ini bisa berjalan lancar dan cuaca juga mendukung," harap Bagus.

Ia juga mengimbau warga tidak terlalu mendekat di lokasi tambang. "Karena area sangat berbahaya. Ini untuk keselamatan masyarakat juga," imbau dia.

Bagus melanjutkan, hingga saat ini, sudah ada 14 warga yang melapor bahwa kehilangan keluarganya.

"Yang jelas, jumlah korban sudah kami evakuasi sebanyak 27, selamat 19, dan 8 meninggal," ujar dia.

Baca juga: Delapan Korban Meninggal dalam Insiden Longsor Tambang Emas di Sulut

Ia menegaskan, Tim SAR gabungan sampai saat ini terus berusaha sekuat tenaga dalam melakukan pencarian dan evakuasi ini.

"Jadi, mohon bersabar. Kami semua ingin cepat, saya juga ingin cepat, dan Tim SAR gabungan juga menginginkan ini segera selesai," ujar dia.

Pantauan Kompas.com, hingga pukul 16.33 Wita, Bupati Bolmong Yesti Soepredjo Mokoagouw, Wakil Bupati Bolmong Yanny Tuuk, Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara, anggota DPR RI Bara Hasibuan, bersama unsur terkait masih berada di lokasi tambang.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan penambang emas tanpa izin (peti) di Desa Bakan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, Sulut tertimbun longsor, pada Selasa (26/2/2019) pukul 21.00 Wita.



Terkini Lainnya


Close Ads X