Bawaslu RI Temukan 696 Kotak Suara Rusak di Gudang KPU Cirebon

Kompas.com - 10/02/2019, 12:55 WIB
Seorang warga sedang melihat tumpukan kardus kotak surat suara yang rusak di dalam gudang logistik KPU di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019). Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSeorang warga sedang melihat tumpukan kardus kotak surat suara yang rusak di dalam gudang logistik KPU di Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Selasa (12/2/2019).

CIREBON, KOMPAS.com – Tim gabungan Bawaslu RI dan Provinsi Jawa Barat mengecek gudang logistik Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Minggu (10/2/2019).

Dalam kesempatan itu, mereka menemukan sebanyak 696 kotak surat suara rusak akibat terkena air hujan.

Jumlah tersebut masih bersifat sementara karena penghitungan masih terus dilakukan. Mereka memprediksi jumlah kotak surat suara yang rusak bisa bertambah.

Jumlah kerusakan ini jauh lebih banyak dari perhitungan awal KPU, yang hanya berjumlah sekitar 100-200 kotak.

Baca juga: Soal Kotak Suara Rusak, KPU Sebut Spesifikasi Sudah Dicek Sebelum Diproduksi

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jabar, Zaki Hilmi menyampaikan, kedatangan timnya sejak Minggu pagi, bermaksud untuk memastikan kondisi logistik yang rusak akibat terkena air.

Dia akan menghitung dan merekomendasikan kepada KPU Kabupaten Cirebon untuk segera mengganti agar tidak terjadi kekurangan dan masalah dalam pelaksanaan pemilu.

“Hasil hitungan sementara, terjadi kerusakan kotak suara sejumlah 696. Dan ini belum selesai hitung. Jadi, kami dalam rangka untuk memastikan bahwa dalam pemilu 2019 ini tidak kekurangan logistik. (jumlahnya) masih dimungkinkan lebih dari itu,” kata Zaki.

Tak hanya menghitung jumlah kotak surat suara, pantauan Kompas.com di gudang, tim Bawaslu RI, Masykurudin, melakukan penelusuran asal muasal air bisa masuk ke dalam gudang.

Dia menilai, selain masuk melalu sela gerbang, air juga masuk melalui kondisi saluran yang kurang baik, sehingga merembes dan masuk ke gudang.

Masykurudin kemudian masuk ke sela-sela di antara tumpukan kardus kotak surat suara. Di bagian dalam, dia menemukan tumpukan kardus yang miring.

Ini terjadi karena kardus yang terletak di bagian paling bawah terkena air sehingga tidak kuat menahan beban.

Di titik lain, Masykurudin menunjukan sebagian besar kotak surat suara tidak beralaskan palet (alas yang terbuat dari kayu tinggi sekitar 10 sentimeter).

Masykurudin mengatakan, palet sangat berguna untuk mengantisipasi dan menimimalisir terjadinya genangan karena memiliki jarak ketinggian tertentu.

Zaki menyampaikan, berdasarkan hasil pengawasan bahwa ada perbedaan gudang penyimpanan antara KPU Cirebon dengan KPU kota-kabupaten daerah lain.

Tim menemukan mayoritas kotak surat suara di gudang KPU Kabupaten Cirebon tidak memiliki alas.

Baca juga: Rekomendasi Bawaslu untuk Antisipasi Kotak Suara Pemilu Rusak

“Penting untuk kami telusuri lebih lanjut terkait SOP yang diterapkan KPU RI, kenapa antar gudang di kabupaten kota kondisinya berbeda. Contoh dalam hal pemberian palet, atau alas untuk penyimpanan kotak suara. Di Cirebon ini tidak ada, sedangkan di kota kabupaten lain ada. Ini menjadi catatan kita,” ungkap Zaki.

Menurut Zaki, seharusnya tim KPU sudah mengantisipasi kondisi gudang di saat musim hujan seperti saat ini.

Zaki merekomendasikan agar KPU segera memindahkan sisa logistik yang selamat untuk ditempatkan di gudang yang lebih terjamin.

“Kami juga akan mengawasi proses penggantian kotak surat suara yang rusak. Saya optimis penggantian kotak surat suara terkejar bila dilakukan dengan secepatnya,” ujar Zaki.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wakil Bupati Zuldafri Darma Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Tanah Datar

Wakil Bupati Zuldafri Darma Ditunjuk Sebagai Plt Bupati Tanah Datar

Regional
Kebakaran Pasar Wage Purwokerto Disebabkan Korsleting Listrik

Kebakaran Pasar Wage Purwokerto Disebabkan Korsleting Listrik

Regional
Kota Malang Kembali Zona Merah, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Kembali Zona Merah, Sejumlah Ruas Jalan Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Bupati Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Bupati Sukabumi Tetapkan Status Tanggap Darurat Selama 7 Hari

Regional
Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa Saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Jerinx: Salah Saya Apa Sih, Apa Saya Berpotensi Membubarkan IDI?

Regional
'Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli...'

"Mata Korban Perih Dioles Sambal oleh Pelaku dan Dipukuli..."

Regional
Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Satu RT Diisolasi karena 16 Orang Positif Corona, Warga 1 Dukuh Kena Imbas, Tak Bisa Aktivitas

Regional
Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Cemburu kepada Rekan Kerja Berujung Vonis 13 Tahun Penjara

Regional
Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Jamin Rasanya Enak, Bupati Semarang Minta Beras Bantuan Tak Dijual

Regional
4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

4 Kantor Pemerintahan di Pemkab Bogor Jadi Klaster Penularan Covid-19

Regional
Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Pesantren Ini Jadi Klaster Baru Corona, 10 Santri Positif Covid-19

Regional
2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

2 Rumah Roboh dan Belasan Lainnya Rusak Diterjang Hujan Disertai Angin Kencang di Ngawi

Regional
Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Sebanyak 210 KK Mengungsi akibat Banjir Bandang di Sukabumi

Regional
Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Bentrok Antar-pesilat, Polisi Tahan 6 Tersangka

Regional
Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Brigadir DY Cabuli Pelanggar Lalu Lintas, Tergiur Tubuh Korban, Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X