Pemprov Papua Bantah Aniaya Dua Penyidik KPK

Kompas.com - 06/02/2019, 17:29 WIB
Ilustrasi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kompas.com/ Alfiyyatur RohmahIlustrasi Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

JAYAPURA, KOMPAS.com- Pemerintah Provinsi Papua membantah telah menganiaya dua orang penyidik KPK yang tertangkap oleh mereka saat berlangsung pertemuan antara Pemerintah Papua, DPR Papua, dan Kemendagri dalam rangka evaluasi APBD Papua tahun 2019.

Kejadian berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.

Hal itu disampaikan Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua, Gilbert Yakwar, dalam press release yang diterima Kompas.com, Senin (4/2/2019) malam.

Gilbert menerangkan, terkait dengan isu penganiayaan kedua petugas tersebut sampai kepada tindakan operasi pada bagian hidung dan atau wajah, hal tersebut tidak benar.

Sebab, menurut Gilbert, tidak ada penganiayaan sampai kepada kerusakan fisik pada bagian hidung dan atau wajah dimaksud.

“Yang terjadi adalah tindakan dorong mendorong karena perasaan emosional karena diduga akan melakukan penyuapan yang akan berakibat pada tindakan OTT dari KPK," katanya.

Baca juga: KPK dan Pemprov Papua Saling Lapor Soal Insiden di Hotel Borobudur

Gilbert menambahkan, dalam foto terlampir, ia memperlihatkan foto kedua orang dimaksud ketika telah berada dalam ruangan Direskrimum Polda Metro Jaya.

"Dimana dari foto tersebut, secara jelas menunjukan bahwa kedua orang tersebut dalam keadaan fresh, sehat, serta tidak terdapat adanya luka dan/atau sobekan pada bagian hidung dan atau wajah yang bersangkutan, sehingga membutuhkan tindakan operasi,” ungkapnya.

Gilbert menegaskan, adanya pengintaian yang dilakukan penyidik KPK terhadap Pemerintah Provinsi Papua termasuk DPR Papua, membuat pihaknya merasakan kekecewaan besar terhadap KPK.

“Sangat mencederai hati pemerintah dan DPR Papua yang telah menyeriusi arahan dan pembinaan yang dilakukan KPK selama 4 tahun di Provinsi Papua tentang Pencegahan Korupsi Terintegrasi di Provinsi Papua," ujarnya.

Menurut dia, atas rekomendasi KPK, Pemprov Papua telah membangun sistem e-planning, e-budgeting, e-samsat, e-perizinan, dan e-lapor.

"Pemerintah Provinsi Papua telah berusaha dengan sumber daya yang kami miliki di atas kekurangan dan kelemahan kami orang Papua untuk mendukung penuh arahan-arahan KPK melalui rencana aksi pemberatasan korupsi di Papua,” tegasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Buruh Bangunan Diduga Dianiaya Polisi Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa di Kendari

Dua Buruh Bangunan Diduga Dianiaya Polisi Saat Pembubaran Aksi Mahasiswa di Kendari

Regional
McDonald's Kuta Beach Tutup, Pengelola: Terima Kasih 20 Tahun Mengukir Cerita bersama Kami

McDonald's Kuta Beach Tutup, Pengelola: Terima Kasih 20 Tahun Mengukir Cerita bersama Kami

Regional
Hasil Bumi Melimpah di Tengah Pandemi, Warga Bukit Menoreh Gelar Syukuran

Hasil Bumi Melimpah di Tengah Pandemi, Warga Bukit Menoreh Gelar Syukuran

Regional
Calon Bupati Petahana di Pilkada Bangka Tengah Dilarikan ke RS

Calon Bupati Petahana di Pilkada Bangka Tengah Dilarikan ke RS

Regional
Diduga Korupsi Dana Bos Rp 153 Juta, Mantan Kepala SD di NTT Ditahan

Diduga Korupsi Dana Bos Rp 153 Juta, Mantan Kepala SD di NTT Ditahan

Regional
Tukang Becak Positif Covid-19 di Tegal Keluyuran Bawa Penumpang, Desakan Ekonomi hingga Dibantu Warga

Tukang Becak Positif Covid-19 di Tegal Keluyuran Bawa Penumpang, Desakan Ekonomi hingga Dibantu Warga

Regional
Kasus Covid-19 Bertambah, RSUD Rasidin Padang Tambah Tempat Tidur

Kasus Covid-19 Bertambah, RSUD Rasidin Padang Tambah Tempat Tidur

Regional
Begini Strategi Kampanye Medsos 3 Calon di Pilkada Karawang

Begini Strategi Kampanye Medsos 3 Calon di Pilkada Karawang

Regional
Bertahan di Tengah Pandemi, Pekerja EO Beralih Jadi Perajin Kulit

Bertahan di Tengah Pandemi, Pekerja EO Beralih Jadi Perajin Kulit

Regional
1 Kontainer Sepatu Olahraga untuk Ekspor ke AS Dibawa Kabur Sopir

1 Kontainer Sepatu Olahraga untuk Ekspor ke AS Dibawa Kabur Sopir

Regional
TNI-Polri Gagalkan Penyelundupan BBM di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

TNI-Polri Gagalkan Penyelundupan BBM di Perbatasan Indonesia-Timor Leste

Regional
Agusliadi, Komisioner KPU Bantaeng yang Pernah Jadi Tukang Las

Agusliadi, Komisioner KPU Bantaeng yang Pernah Jadi Tukang Las

Regional
'Jika Kiai Sepuh Saja Dipermainkan, apalagi Nanti kalau Diberi Kekuasaan'

"Jika Kiai Sepuh Saja Dipermainkan, apalagi Nanti kalau Diberi Kekuasaan"

Regional
Diduga Depresi Setelah Membuat Adiknya Menangis, Remaja 14 Tahun Tewas Gantung Diri

Diduga Depresi Setelah Membuat Adiknya Menangis, Remaja 14 Tahun Tewas Gantung Diri

Regional
Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

Ibu-ibu Nekat Buka Baju Menghadang Alat Berat yang Menggusur Lahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X