Fakta di Balik Kericuhan Rutan Surakarta, Dipicu Salah Paham hingga Evakuasi 12 Narapidana - Kompas.com

Fakta di Balik Kericuhan Rutan Surakarta, Dipicu Salah Paham hingga Evakuasi 12 Narapidana

Kompas.com - 11/01/2019, 15:09 WIB
Aparat kepolisian dan TNI berjaga di depan Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Aparat kepolisian dan TNI berjaga di depan Rutan Kelas I Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).

KOMPAS.com - Warga binaan Blok B dan C di Rutan Klas I Surakarta, Jawa Tengah, terlibat perkelahian, pada hari Kamis (10/1/2019). 

Kericuhan terjadi karena kesalahpahaman saat sekelompok orang yang menjenguk warga binaan di Blok B melintas di Blok C. Aksi lempar batu pun terjadi di dalam rutan.

Akibatnya, 12 warga binaan terpaksa diungsikan untuk meredakan kerusuhan. Aparat TNI juga dikerahkan untuk berjaga-jaga di dalam dan luar rutan.

Inilah fakta di balik kerusuhan di Rutan Klas I Surakarta pada hari Kamis (10/1/2019):

1. Kerusuhan dipicu adu mulut antar pembesuk dan warga binaan

Ilustrasi perkelahian Ilustrasi perkelahian

Pada hari Kamis sekitar pukul 10.00 WIB, 20 orang datang ke rutan untuk membesuk salah satu warga binaan blok B.

Petugas pun terpaksa membagi para pembesuk menjadi beberapa kelompok. Saat pembesuk itu hendak keluar terjadi adu mulut dengan warga binaan blok C.

Warga binaan blok C merasa terganggu dengan jumlah pembesuk warga binaan blok B yang jumlahnya cukup banyak.

Kerusuhan tak terhindarkan setelah pembesuk mendatangi blok C dan menarik baju salah seorang warga binaan hingga terjatuh.

Melihat aksi itu, warga binaan blok C lain yang tidak terima berusaha membantu rekannya dengan melempari batu ke arah pembesuk blok B. Pembesuk membalas lemparan tersebut hingga terjadi aksi saling lempar batu.

"Namun dengan kesigapan anggota kami, pembesuk tersebut kita amankan, kita evakuasi keluar," kata Kepala Rutan Kelas I Surakarta, Muhammad Ulin Nuha, Kamis.

Baca Juga: Kronologi Kericuhan di Rutan Surakarta

2. Aparat ungsikan 12 warga binaan yang terlibat kerusuhan

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi polisi

Ulin mengatakan, pasca- kericuhan itu sejumlah warga binaan dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Hal itu untuk mengantisipasi agar kericuhan tidak kembali terulang.

"Dari pihak Polresta sudah memindahkan warga binaan yang terlibat salah paham ke tempat yang lebih aman. Ada 12 warga binaan yang dipindahkan," jelas Ulin.

Sementara itu, Wakil Kepala Polresta Surakarta AKBP Andy Rifai membenarkan pemindahan warga binaan yang terlibat kericuhan. Hal itu untuk menjaga keamanan di dalam rutan.

"Karena di dalam (rutan) tidak kondusif mereka kita pindahkan dulu," jelas Andy.

Baca Juga: Kericuhan Terjadi di Rutan Surakarta, 12 Warga Binaan Dipindahkan

3. Sekelompok massa datangi rutan

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Kericuhan di dalam rutan ternyata membuat sekelompok massa datang ke rutan. Para personel kepolisian dan TNI bersenjata lengkap segera diterjunkan ke lokasi.

Kendaraan taktis dari kepolisian juga disiagakan di depan rutan untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan.

Satu unit kendaraan water cannon milik Polresta Surakarta juga disiagakan di depan rutan.

"Nanti akan kami tambahkan personel di bagian kunjungan untuk mengantisipasi kesalahpahaman di dalam rutan," kata Ulin, Kamis (10/1/2019).

Baca Juga: Napi Kasus Penipuan Rp 5,5 M yang Tewas di Rutan Batam Idap Usus Buntu

4. Wakapolda Jateng: Polisi wajib amankan potensi gangguan keamanan

Ilustrasi tahanan.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi tahanan.

Kerusuhan di Rutan Klas I Surakarta berhasil diredam. Namun demikian, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Brigjen Pol Achmad Luthfi, mengatakan, polisi harus tetap waspada akan ancaman gangguan keamanan.

Seperti diketahui, Wakapolda Brigjen Pol Achmad Luthfi, langsung datang ke lokasi untuk memantau kondisi dan situasi di Rutan Klas I Surakarta. 

"Polri wajib mengamankan potensi gangguan masyarakat apa pun bentuknya," terang dia.

Pihaknya meminta pihak rutan untuk meningkatkan pengamanan dengan melibatkan kepolisian.

Baca Juga: Polisi Periksa 3 Saksi dalam Kasus Tahanan Tewas di Sel Rutan Batam

Sumber: KOMPAS.com (Labib Zamani)

 


Terkini Lainnya


Close Ads X