Usahakan Warga Ikut Pemilu, Petugas Disdukcapil Rekam E-KTP di Tengah Ladang

Kompas.com - 27/12/2018, 18:00 WIB
Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Gunungkidul Arisandi Purba menunjukkan foto petugas Disdukcapil melakukan perekaman di ladang di Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, beberapa waktu lalu. KOMPAS.com/MARKUS YUWONOKabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Gunungkidul Arisandi Purba menunjukkan foto petugas Disdukcapil melakukan perekaman di ladang di Desa Planjan, Kecamatan Saptosari, beberapa waktu lalu.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Upaya agar seluruh masyarakat yang sudah cukup umur untuk bisa memilih dalam Pemilu 2019 mendatang, salah satu syaratnya memiliki E-KTP. Upaya dilakukan oleh petugas dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil ( Disdukcapil) Gunungkidul, Yogyakarta, salah satunya mendatangi ladang.

"Upaya perekaman E-KTP terus kita lakukan, agar masyarakat bisa tetap bisa menggunakan hak pilihnya saat pileg dan pilpres nanti," kata Kabid Kabid pelayanan pendaftaran penduduk Disdukcapil Gunungkidul Arisandi Purba saat ditemui saat perekaman e-KTP serentak di Balai Desa Wonosari, Kamis (27/12/2018). 

Dijelaskannya, data Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul menyebutkan sebanyak 3.200 orang warga belum melaksanakan perekaman data. Pihaknya dari tanggal 9 Desember sampai 26 Desember 2018 sudah melakukan perekaman sebanyak 750 orang. Diakuinya, saat perekaman banyak kendala, mengenai kurangnya kesadaran masyarakat untuk aktif.

Baca juga: Mendagri: Kalau Ada E-KTP Tercecer, Pejabat Dukcapil Akan Saya Pecat

Pihaknya melakukan jemput bola dilakukan ke rumah. Bahkan tak jarang warga yang mengalami gangguan jiwa, difabel, atau jompo sering menolak saat didatangi. Data wajib e-KTP di Gunungkidul 598.519 jiwa dengan tingkat partisipasi 98,83 persen.

"Yang jompo malah ada yang menolak, karena mengaku sudah tua untuk apa melakukan perekaman. Bahkan ada yang lari ke ladang, kami harus melakukan perekaman ditengah ladang,"ucapnya

"Seperti di Desa Planjan, Saptosari. Petugas kami harus menggelar peralatan ditengah ladang. Tetapi memang begitu risikonya, tidak apa-apa, yang terpenting warga bisa mendapatkan hak pilihnya," ucapnya.

Selain ke rumah warga, pihaknya juga mendatangi sekolah yang ada. Peran aktif kepala sekolah salah satunya dengan menyiapkan data siswanya yang saat ini berusia 17 atau saat April 2019 berusia 17 tahun.

Baca juga: Kemendagri Jemput Bola Tuntaskan Perekaman E-KTP

 

Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Mendagri yang ditandatangani Dirjen Dukcapil Nomor: 471.13/24150/DUKCAPIL Tanggal 17 Desember 2018 yang ditujukan kepada seluruh bupati/walikota. 

Diharapkan hal ini tersosialisasikan juga kepada seluruh instansi pemerintahan di daerah, camat/kepala distrik, lurah, kepala desa/kepala kampung, kepala dusun, kepala lingkungan RW/RT agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Komisioner Bidang Pengawasan, Hubungan Antarmasyarakat dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Gunungkidul Rosita mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan KPU dan DIsdukcapil terkait data pemilih agar jangan sampai ada masyarakat yang tercecer.

"Kami juga telah menginstruksikapan kepada panwascam untuk bisa bekersjasama dengan panwas desa untuk bekerja sama dengan PPK dan PPS jika menerima laporan masyarakat yang belum melakukan perekaman E-KTP," katanya. 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Menkes Terawan Akan Pimpin Langsung Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

Regional
Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Viral, Video Ibu-ibu Unjuk Rasa di Depan SD, Tuntut Sekolah Dibuka Kembali

Regional
Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Pejabat Desa Perkosa Bocah SD Yatim Berkali-kali, Ketahuan Saat Coba Lamar Korban

Regional
19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

19 Tenaga Medis di Samarinda Positif Corona karena Transmisi Lokal

Regional
Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Dekan UNS Surakarta: 25 Mahasiswa PPDS Positif Covid-19 Belum Ada yang Diwisuda

Regional
Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Kasus Covid-19 di Jatim Tinggi, Menkes Terawan Berkantor di Surabaya Setiap Akhir Pekan

Regional
Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Duka di Masamba, 13 Orang Tewas dan 46 Orang Hilang akibat Diterjang Banjir Bandang

Regional
Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat 'Ngantor' Mulai 15 Juli

Adaptasi Kebiasaan Baru, ASN Pemprov Papua Barat "Ngantor" Mulai 15 Juli

Regional
Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Serahkan Diri ke Polisi, Petugas P2TP2A yang Cabuli Korban Pemerkosaan Didampingi Keluarga

Regional
Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Bikin Resah, Pasien Covid-19 Tolak Karantina, Malah Santai Keluyuran dan Beli Sayuran

Regional
Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Pemkot Mataram Izinkan Keluarga Ikuti Proses Pemulasaraan Jenazah Covid-19

Regional
Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Jenazah Covid-19 Dimakamkan Tanpa Protokol, 2 Anggota Keluarga Positif Corona

Regional
Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Sering Rapat dengan Banyak Orang, Sekda Grobogan Inisiatif Uji Swab, Hasilnya Positif

Regional
Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Secapa AD Tertutup, Dinkes Bandung Kesulitan Melakukan Tracing

Regional
Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Walhi Sebut Industri Semen Baturaja Jambi Mengancam Manusia dan SDA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X