Lokasi Dekat Kediaman Jokowi Jadi Opsi untuk Markas Baru Prabowo-Sandi

Kompas.com - 23/12/2018, 00:25 WIB
Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen, Rabu (5/12/2018). KOMPAS.com/JESSI CARINA Wakil Ketua DPR Fadli Zon di kompleks parlemen, Rabu (5/12/2018).

KARANGANYAR, KOMPAS.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo-Sandi tengah mematangkan lokasi yang cocok untuk mendirikan markas pemenangan nasional di Kota Solo, Jawa Tengah.

Pasalnya, ada beberapa pilihan tempat yang dibidik sebagai lokasi pendirian markas pemenangan. Salah satunya dekat kediaman Presiden Jokowi di Sumber, Banjarsari.

"Dekat (kediaman Presiden Jokowi) lebih bagus kalau begitu. Kita lihatlah. Sumber kan pusarannya di Solo," kata Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Fadli Zon di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (22/12/2018).

Meskipun demikian, Fadli Zon mengaku menyerahkan sepenuhnya lokasi pendirian markas pemenangan tersebut kepada Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso.


Baca juga: Sandiaga: Semua Kabupaten/Kota di Jateng Minta Dijadikan Markas Perjuangan

Sebab, selain di dekat kediaman Presiden Jokowi, rumah milik Djoko Santoso juga siap dijadikan sebagai markas pemenangan nasional Prabowo-Sandi.

"Kita serahkan saja kepada Pak Djoko Santoso, Ketua Badan Pemenangan Nasional. Insya Allah Januari 2019 sudah ada lokasinya," jelas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Lebih jauh, Fadli Zon menyebut lokasi pendirian markas pemenangan Prabowo-Sandi harus nyaman akses mobilitas dan tidak mengganggu lingkungan masyarakat sekitar.

Seperti diberitakan, Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Sudirman Said menyebut, markas perjuangan Prabowo-Sandi di Jateng akan mulai efektif pada Januari 2019.

Baca juga: Sandiaga Sebut Keinginan Ganti Presiden Sangat Kental di Jateng

Pihak BPN saat ini tengah mempertimbangkan sejumlah tempat yang strategis, yang dapat menjangkau semua wilayah.

"Kita pertimbangkan beberapa tempat yang mudah diakses, homebase bisa ke mana-mana di Jateng, komunikasi dan transportasi ke Jakarta mudah," kata Dirman.

Mantan calon Gubernur Jateng ini juga sempat menyebut Brebes sebagai salah satu basis perjuangan. Namun, itu belum tentu disetujui, karena akses ke daerah lain yang sulit.

"Brebes saya senang, tapi ke untuk Jakarta sulit kan, Semarang bisa, Solo bisa. Di mana pun baik-baik saja. Pada Januari akan efektif, ini masih ada dua minggu untuk finalkan semua itu," pungkas dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X