Ini Kondisi dan Ciri Jenazah ke 11 yang Ditemukan di Selat Malaka - Kompas.com

Ini Kondisi dan Ciri Jenazah ke 11 yang Ditemukan di Selat Malaka

Kompas.com - 06/12/2018, 20:55 WIB
Petugas gabungan Basarnas mengevakuasi satu korban yang ditemukan mengapung di kawasan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (3/12/2018).KOMPAS.com/ CITRA INDRIANI Petugas gabungan Basarnas mengevakuasi satu korban yang ditemukan mengapung di kawasan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau, Senin (3/12/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Satu lagi jenazah ditemukan di perairan Selat Malaka, wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau. Sehingga, saat ini sudah sebelas jenazah ditemukan.

Kondisi jenazah yang ditemukan ini sudah dalam keadaan tulang belulang.

"Kemarin, Rabu (5/12/2018) ditemukan lagi satu jenazah. Kondisinya sudah menjadi tulang belulang," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto pada Kompas.com, Kamis (6/12/2018).

Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau, jenazah ke sebelas ini berjenis kelamin laki-laki.

Baca juga: Hingga Kamis Ini, Ada 11 Jenazah Ditemukan di Selat Malaka

"Jenis kelamin laki-laki dilihat dari tulang clavicula, tulang panggul, dan tulang kemaluan. Usianya sekitar 20-29 tahun berdasarkan pengukuran tulang iga. Tinggi badan 160-168 sentimeter diukur dari tulang kering dan tulang betis," ujar dia.

Dari total 11 jenazah yang sudah ditemukan hingga saat ini, sebagian besar belum diketahui identitasnya.

"Tujuh jenazah masih belum diketahui identitasnya, saat ini berada di RS Bhayangkara yang sedang dilakukan identifikasi Tim DVI. Kemudian, satu jenazah tanpa identitas sudah dikebumikan oleh Dinas Sosial Dumai beberapa hari lalu," ujar Sunarto.

Sementara, tiga jenazah yang sudah berhasil diidentifikasi yakni Mimi Dewi (32), Ujang Chaniago (48) warga Sumatera Barat, dan Marian Suhadi (24) warga Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Ketiga jenazah sudah diambil oleh masing-masing keluarganya. Sunarto mengakui, pihaknya belum menemukan titik terang dari kasus penemuan tujuh jenazah tersebut.

Meski ada isu terkait kapal tenggelam yang ditumpangi puluhan TKI ilegal, Sunarto belum bisa memastikan hal tersebut. Sebab, belum ada laporan kapal tenggelam yang diterima.

"Belum kita ketahui penyebabnya, karena saat ini masih diselidiki oleh Polres Bengkalis," ujar dia.

Sementara itu, kepolisian mengimbau kepada masyarakat bagi yang merasa kehilangan anggota keluarga, agar melapor ke posko antemortem dan postmortem di RS Bhayangkara Polda Riau, di Jalan Kartini, Pekanbaru.

Baca juga: Tim DVI Cocokkan DNA 2 Jenazah yang Ditemukan di Selat Malaka

"Bagi masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga, kita harapkan datang ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan pencocokan data antemortem dan postmortem-nya, atau dapat menghubungi nomor handphone 081268192002," imbau Narto.

Sebelumnya, sejumlah jenazah ditemukan mengapung di perairan Selat Malaka wilayah Kabupaten Bengkalis, Riau. Hingga kini, sudah ada 11 jenazah yang ditemukan.

Sebelum mayat ditemukan berturut-turut, dua orang pria ditemukan terombang-ambing di laut bernama Jamal dan Amid alias Boboi. Keduanya belum diketahui keberadaannya.

Untuk mengungkap kasus ini, kepolisian RI juga bekerja sama dengan LO di Konsulat Malaysia untuk Indonesia.



Close Ads X