Terkait Kasus Suap Bupati Malang Non-aktif, KPK Periksa Ajudan dan Sekpri

Kompas.com - 27/11/2018, 15:40 WIB
Bupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai acara di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang pada Kamis (11/10/2018) malam.KOMPAS.com/ANDI HARTIK Bupati Malang Rendra Kresna saat ditemui usai acara di Pendopo Agung Kabupaten Malang di Jalan KH Agus Salim nomor 7 Kota Malang pada Kamis (11/10/2018) malam.

MALANG, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) kembali memeriksa sejumlah saksi terkait kasus suap dan gratisifikasi yang menyeret Bupati Malang non-aktif Rendra Kresna di Ruang Pertemuan Utama Polres Malang Kota, Selasa (27/11/2018).

Kali ini, pemeriksaan dilakukan terhadap pihak swasta, ajudan hingga sekretaris pribadi Rendra Kresna.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, ada 13 orang saksi yang diagendakan diperiksa hari ini. Sementara dua orang lainnya adalah saksi yang tidak hadir dalam pemeriksaan sebelumnya. Dengan begitu, total ada 15 orang saksi yang diperiksa hari ini.

"Setelah kemarin melakukan pemeriksaan terhadap sembilan orang saksi untuk tersangka RK (Rendra Kresna), hari ini 27 November 2018, penyidik kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap 13 saksi lainnya, ditambah dua saksi yang belum diperiksa kemarin di Polres Malang Kota," katanya melalui pesan tertulis kepada Kompas.com.


Baca juga: KPK Dalami Proyek DAK Kabupaten Malang Selama Dipimpin Rendra Kresna

Mereka yang diperiksa adalah Sekretaris Pribadi Bupati Malang Budiono, Ajudan Bupati Malang Didit dan Puguh yang juga merupakan ajudan Bupati Malang serta mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang merupakan dosen di Universitas Negeri Malang Edi Suhartono.

Selain itu juga ada Adik Dwi Putranto Direktur Utama CV Adikersa, Arief Soebianto selaku wiraswasta, Sudarso Direktur CV Bakti Dwi Tunggal, Mashud Yunasa Direktur PT Nyata Grafika Media (Jawa Pos Grup), Chris Harijanto Komisaris Utama PT Intan Pariwara dan Abdul Rahman selaku wiraswasta.

Ada juga Nur Hidayat Prima Hartono General Manager PT Araya Bumi Megah, Prasetyo Direktur CV Prasetyo, Arie Cahyono selaku wiraswasta, Hari Mulyanto Direktur CV Karya Mandiri dan Choiriyah pemilik CV Kartika Fajar Utama.

Baca juga: KPK Periksa 9 Saksi Terkait Korupsi Bupati Malang Nonaktif

"Penyidik terus mendalami proyek yang terkait dan dugaan penerimaan uang oleh RK," kata Febri.

Abdul Rahman yang diperiksa selaku wiraswasta mengatakan, pihaknya dipanggil sebagai saksi.

"Saksi, saksi," katanya singkat sambil memasuki ruang pemeriksaan.

Dua perkara

Bupati Malang non-aktif Rendra Kresna ditetapkan tersangka dan ditahan oleh penyidik KPK dalam dua perkara.

Baca juga: KPK Perpanjang Masa Penahanan Bupati Malang

 

Pertama, Rendra selaku Bupati Malang periode 2010-2015 diduga menerima suap terkait penyediaan sarana, terutama proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang sebesar Rp 3,45 miliar.

Dalam kasus itu, KPK juga menetapkan seorang dari pihak swasta bernama Ali Murtopo (AM) sebagai pemberi suap.

Kedua, Rendra bersama seorang pihak swasta bernama Eryk Armando Talla (EAT) diduga menerima gratifikasi sekitar Rp 3,55 miliar. Dalam perkara ini, Eryk juga ditetapkan sebagai tersangka.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Heboh, Puluhan Domba di Sumedang Mati karena Makhluk Halus, Ini Penyebab Sebenarnya

Regional
Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Ayah Penganiaya Putrinya, Balita Penderita Gizi Buruk Ditangkap Polisi

Regional
Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Remaja Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati

Regional
Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Cerita di Balik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Close Ads X