Menteri Yohana: Tren Mabuk Rebusan Pembalut, Jawabannya Ada di Keluarga - Kompas.com

Menteri Yohana: Tren Mabuk Rebusan Pembalut, Jawabannya Ada di Keluarga

Kompas.com - 09/11/2018, 16:33 WIB
Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Swissbel Hotel, Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10/2018).Dok. Kementerian PPPA Menteri PPPA Yohana Yembise saat menghadiri sosialisasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Swissbel Hotel, Manokwari, Papua Barat, Rabu (17/10/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengaku telah menerjunkan satgas-satgas ke lokasi untuk melakukan pendampingan menyusul fenomena mabuk air rebusan pembalut yang terjadi di Jawa Tengah.

"Kami tetap melakukan pendampingan. Melihat hal-hal seperti itu, ada tim kami yang ke lapangan, termasuk satgas-satgas perlindungan perempuan dan anak," ujar Yohana setelah menjadi pembicara di kuliah umum di Auditorium Merapi Fakultas Geografi UGM Yogyakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Mabuk Rebusan Pembalut, Sejumlah Remaja Ditangkap di Pantura

Yohana menyampaikan, tim dan satgas diterjunkan ke lapangan untuk melihat langsung kondisi yang ada serta melakukan pendampingan.

"Itu sangat menghancurkan masa depan generasi muda bangsa dan negara ini," ungkapnya.

Menurut dia, keluarga memiliki peranan sangat penting untuk melakukan pencegahan dini. Keluarga juga harus menjaga dan melindungi anak-anak.

"Jawaban semuanya ada dalam keluarga. Dalam undang-undang perlindungan anak, orangtua bertanggung jawab untuk menjaga anak-anak mereka. Jangan sampai melakukan hal yang salah dan mendidik agar berperilaku yang baik dalam kehidupan mereka," tuturnya.

Baca juga: Kerap Dipakai Fly, Dinkes Cek Kandungan Air Rebusan Pembalut

Saat ini, lanjut Yohana, para pengedar sudah mulai memanfaatkan anak-anak. Mereka dimanfaatkan untuk menjual narkoba.

"Predator-predator ini mengetahui bahwa anak-anak tidak akan menerima hukuman mati, hanya mediasi diversi langsung diloloskan. Jadi (target) predator-predator ini di anak-anak," ungkapnya.

Menurut Yohana, Kementerian saat ini gencar mendorong program kabupaten/kota layak anak. Pihaknya juga sudah meluncurkan kabupaten/kota layak anak di beberapa daerah.

"Di dalam indikator-indikatornya itu anak-anak tidak boleh merokok, tidak boleh isap lem, termasuk zat-zat adiktif lainnya, narkoba, termasuk pembalut itu," pungkasnya.


Terkini Lainnya

Semangat Persatuan Disuarakan Jelang Pemilu 2019

Semangat Persatuan Disuarakan Jelang Pemilu 2019

Megapolitan
Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (2), Kajati Mataram: Nuril  Tidak Dilecehkan Fisik hanya Verbal

Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (2), Kajati Mataram: Nuril Tidak Dilecehkan Fisik hanya Verbal

Regional
Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (1), Ditunda Beberapa Jam, Kejari Mataram Antar Surat Panggilan

Saat Nuril Masih Memburu Keadilan (1), Ditunda Beberapa Jam, Kejari Mataram Antar Surat Panggilan

Regional
Agni Pratistha Bangga Jadi Bagian Bank Jateng Borobudur Marathon 2018

Agni Pratistha Bangga Jadi Bagian Bank Jateng Borobudur Marathon 2018

Regional
Prabowo Ungkap Keinginannya Pensiun dari Dunia Politik, tapi...

Prabowo Ungkap Keinginannya Pensiun dari Dunia Politik, tapi...

Nasional
5 BERITA POPULER NUSANTARA: Nama Ridwan Kamil Dicatut hingga Ajang Borobudur Marathon 2018

5 BERITA POPULER NUSANTARA: Nama Ridwan Kamil Dicatut hingga Ajang Borobudur Marathon 2018

Regional
Ganjar Pranowo Lepas Ribuan Pelari Borobudur Marathon 2018

Ganjar Pranowo Lepas Ribuan Pelari Borobudur Marathon 2018

Regional
Kompas Gramedia Usung Kampung Koran di Indonesia Philantrophy Festival

Kompas Gramedia Usung Kampung Koran di Indonesia Philantrophy Festival

Megapolitan
Dosen Tamu, Jembatan Akademisi dan Praktisi

Dosen Tamu, Jembatan Akademisi dan Praktisi

Edukasi
Populer di Kompasiana: Dari Kaesang yang Jualan Pisang hingga Media Sosial Sterilkan Linimasa

Populer di Kompasiana: Dari Kaesang yang Jualan Pisang hingga Media Sosial Sterilkan Linimasa

Regional
Air Tawar yang Memancari di Pantai Polewali Mandar Bikin Warga Penasaran

Air Tawar yang Memancari di Pantai Polewali Mandar Bikin Warga Penasaran

Regional
Dalam Sehari, 2 Pemuda Bunuh Diri, Tersambar Kereta dan Gantung Diri

Dalam Sehari, 2 Pemuda Bunuh Diri, Tersambar Kereta dan Gantung Diri

Regional
ITB Raih Juara 'National Safety Competition 2018'

ITB Raih Juara "National Safety Competition 2018"

Edukasi
TKN Hendak Hadirkan Politik Ceria Lewat Logo dan Baju Relawan

TKN Hendak Hadirkan Politik Ceria Lewat Logo dan Baju Relawan

Nasional
Ini yang Membuat Arumba Hirosima Jepang Jatuh Cinta pada Angklung

Ini yang Membuat Arumba Hirosima Jepang Jatuh Cinta pada Angklung

Regional

Close Ads X