Kompas.com - 18/10/2018, 10:44 WIB
Sejumlah personel Tim SAR menggali reruntuhan bangunan dan rumah untuk menemukan korban di lokasi likuifaksi Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). Memasuki hari ke-14 pascagempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Donggala, dan Sigi, pemerintah menghentikan proses evakuasi korban, sedangkan tanggap darurat diperpanjang hingga dua pekan kedepan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ama/18 BASRI MARZUKISejumlah personel Tim SAR menggali reruntuhan bangunan dan rumah untuk menemukan korban di lokasi likuifaksi Balaroa Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10). Memasuki hari ke-14 pascagempa, tsunami dan likuifaksi di Palu, Donggala, dan Sigi, pemerintah menghentikan proses evakuasi korban, sedangkan tanggap darurat diperpanjang hingga dua pekan kedepan. ANTARA FOTO/Basri Marzuki/ama/18

PALU, KOMPAS.com – Sekitar 400 orang pengungsi terancam kelaparan di perbatasan Desa Kamonji dan Rano Kecamatan Balaesang Tanjung, Kabupaten Donggala.

Mereka menempati tenda-tenda darurat yang dibuat secara swadaya oleh masyarakat di kebun-kebun warga sejak terjadinya gempa bumi bermagnitudo 7.4 yang diikuti tsunami.

“Kami sudah 2 kali mendapat bantuan, yang pertama dari pemerintah dan yang kedua dari Fakultas Teknik Universitas Tadulako,” kata Syarifuddin, warga Kamonji, Kamis (18/10/2018).

Namun Syarifuddin mengatakan, bantuan dari pemerintah yang diterima setiap kepala keluarga adalah 3 liter beras, 0,5 kilogram gula pasir dan 10 bungkus mi instan. Persediaan beras dan bantuan yang didapat sudah menipis, bahkan ada yang sudah habis.

Baca juga: Swiss Bantu 300 Tenda untuk Korban Gempa Donggala, Ini Bentuknya..

Yang dikhawatirkan para pengungsi ini adalah kondisi anak-anak dan bayi serta orangtua. Mereka harus hidup di luar rumah dalam kondisi udara terbuka selama berhari-hari.

“Kami mengambil air sungai untuk kebutuhan sehari-hari, meskipun kami tidak tahu kualitas airnya,” tutur Syarifuddin.

Penerangan listrik sudah mulai masuk hari Rabu (17/10/2018). Sebelumnya ratusan pengungsi ini hanya menggunakan lampu minyak atau lilin seadanya.

Para pengungsi ini tidak hanya warga Desa Kamonji, tetapi juga dari desa tetangga, Malei.  Mereka membangun tenda dan barak sementara. Rumah-rumah warga mengalami retak-retak, bahkan ada yang rusak parah.

Masalah lain yang dihadapi adalah makanan bayi dan anak-anak yang berada di pengungsian. Mereka tidak mendapat asupan yang dibutuhkan karena kondisi yang sangat terbatas.

“Banyak warga yang masih trauma untuk kembali ke rumah, kondisi rumah juga banyak yang retak, bahkan ada yang kehilangan tempat tinggal,” tutur Rustam Umuri (43), warga Kamonji lainnya.

Baca juga: Tinggal di Padang Pengembalaan Ternak, Pengungsi Donggala Butuh Terpal

Untuk mengatasi masalah kurangnya bahan pangan ini, mereka berusaha ke Kota Palu untuk menghubungi posko-posko yang menyalurkan bantuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.