Ada Dua Sesar Aktif di Surabaya, ITS Usulkan Pemetaan Kawasan Risiko Bencana - Kompas.com

Ada Dua Sesar Aktif di Surabaya, ITS Usulkan Pemetaan Kawasan Risiko Bencana

Kompas.com - 14/10/2018, 08:14 WIB
Peta Geologi Kota SurabayaITS Peta Geologi Kota Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Ahli Geologi dari Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, Amien Widodo mengusulkan agar Pemkot Surabaya melakukan penilaian kualitas bangunan dan sifat fisik tanah di kawasan Surabaya.

Setelah melakukan penilaian, kemudian dibuat zonasi kawasan berisiko.

Usulan itu berkaitan dengan potensi gempa bumi yang bisa terjadi karena ada dua sesar aktif di Surabaya dan Waru.

Patahan Surabaya meliputi kawasan Keputuh hingga Cerme. Sementara, patahan Waru lebih panjang, yakni melintasi Rungkut, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Saradan, bahkan sampai Cepu.

Baca juga: Banyak Proyek Infrastruktur Dibangun di Atas Sesar Aktif

Untuk memetakan suatu kawasan itu berisiko tinggi, sedang, atau rendah cukup sederhana.

Jika desain dan standar bangunan jelek atau tidak sesuai dengan aturan tahan gempa, dan lapisan tanah di bawahnya lembek atau lunak, kata Amien, maka masuk kategori Kawasan Risiko Bencana (KRB) gempa tinggi.

Untuk mengetahui KRB gempa sedang, lanjut Amin, jika desain bangunannya baik, tetapi lapisan tanahnya jelek.

Atau sebaliknya, desain bangunannya jelek, lapisan tanahnya bagus.

Sementara, jika desain bangunan cukup baik dan lapisan tanahnya bagus, termasuk dalam KRB gempa rendah.

"Lapisan tanah jelek umumnya pada endapan yang masih belum padu (uncomsolidated). Sebab lapisan tanah ini bila dilewati gelombang gempa bisa mengalami amplifikasi dan atau likuifaksi," kata dosen Teknik Geofisika ITS ini kepada Kompas.com, Sabtu (13/10/2018).

Baca juga: Ada 295 Titik Sesar Aktif di Peta Gempa Baru

Berdasarkan peta risiko tersebut, harus dibuat arahan mitigasi bencana atau arahan pengurangan risiko.

"Untuk kawasan risiko tinggi berarti harus ada perbaikan atau perkuatan bangunan rumah, gedung dan infrastruktur," kata Amien.

Selain itu, harus ada upaya perbaikan tanah agar tidak mengalami amplifikasi dan likuifaksi.

Bagi warga Surabaya yang mau membangun di kawasan berisiko tinggi, perlu mengikuti tata cara yang ketat tentang bangunan tahan gempa.

"Masyarakat yang bermukim di kawasan berisiko tinggi juga harus lebih waspada, karena Surabaya pernah mengalami gempa," kata dia.

Amien mengatakan, gempa bumi yang pernah terjadi di Surabaya pada 1867. Bangunan yang terdampak saat itu, yakni Gereja Santa Perawan di Jalan Kepanjen, Krembangan, Surabaya.

"Kalau kita jalan-jalan dengan bis wisata Surabaya, salah satu destinasinya Gereja Santa Perawan, di dalamnya ada tulisan sejarah rehab gereja yang retak karena gempa pernah terjadi tahun1867," tutur Amien.

.

.

USGS (DIOLAH), LAKSONO HARI W Gempa di Indonesia pada 1968-September 2018


Terkini Lainnya

Perkenalkan El Mencho, Gembong Narkoba Kejam Pengganti El Chapo

Perkenalkan El Mencho, Gembong Narkoba Kejam Pengganti El Chapo

Internasional
'Kalau Kau Gagal Bercinta Langsung Minum Racun, Matilah Kau... '

"Kalau Kau Gagal Bercinta Langsung Minum Racun, Matilah Kau... "

Regional
Terbukti Jadi Barang Curian, Museum Kembalikan Peti Emas Kuno ke Mesir

Terbukti Jadi Barang Curian, Museum Kembalikan Peti Emas Kuno ke Mesir

Internasional
Sebelum Tewaskan 5 Orang, Pelaku Penembakan di Illinois Dipecat dari Pekerjaannya

Sebelum Tewaskan 5 Orang, Pelaku Penembakan di Illinois Dipecat dari Pekerjaannya

Internasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Joko Driyono Tersangka dan Terlibat Pengaturan Skor | Pungli di Tanah Abang

[POPULER MEGAPOLITAN] Joko Driyono Tersangka dan Terlibat Pengaturan Skor | Pungli di Tanah Abang

Megapolitan
Genangan di Permukiman dan Ruas Jalan Jakarta Sudah Surut

Genangan di Permukiman dan Ruas Jalan Jakarta Sudah Surut

Megapolitan
Edy Rahmayadi: Tolong Hentikan Kebohongan...

Edy Rahmayadi: Tolong Hentikan Kebohongan...

Regional
Ini Sejumlah Jalan yang Tergenang karena Hujan Semalam

Ini Sejumlah Jalan yang Tergenang karena Hujan Semalam

Megapolitan
'Balaslah dengan Karya', Lagu Ciptaan Difabel Penuh Bakat hingga Penyemangat saat Diremehkan

"Balaslah dengan Karya", Lagu Ciptaan Difabel Penuh Bakat hingga Penyemangat saat Diremehkan

Regional
Santri yang Hanyut di Magelang Ditemukan Tewas di Pantai Trisik Bantul

Santri yang Hanyut di Magelang Ditemukan Tewas di Pantai Trisik Bantul

Regional
Minggu, DKI Diperkirakan Kembali Diguyur Hujan

Minggu, DKI Diperkirakan Kembali Diguyur Hujan

Megapolitan
Navigasi Bandara Baru Kulon Progo akan Dilayani 'Mobile Tower'

Navigasi Bandara Baru Kulon Progo akan Dilayani "Mobile Tower"

Regional
Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2, 9 Wilayah Ini Terancam Banjir Rob

Pintu Air Pasar Ikan Siaga 2, 9 Wilayah Ini Terancam Banjir Rob

Megapolitan
Mayat Tanpa Identitas dan Sudah Membusuk, Ditemukan Warga di Area Persawahan

Mayat Tanpa Identitas dan Sudah Membusuk, Ditemukan Warga di Area Persawahan

Regional
Ancam Warisan Leluhur, Warga Baduy Tolak Dana Desa Rp 2,5 Miliar

Ancam Warisan Leluhur, Warga Baduy Tolak Dana Desa Rp 2,5 Miliar

Regional

Close Ads X