Bentrok Warga di Jayawijaya, Tiga Orang Dikabarkan Tewas

Kompas.com - 03/10/2018, 10:40 WIB
Aparat kepolisian mengevakuasi korban meninggal dunia dan mengamankan lokasi bentrok antar warga Jhon Roy Purba/istimewaAparat kepolisian mengevakuasi korban meninggal dunia dan mengamankan lokasi bentrok antar warga

JAYAWIJAYA, KOMPAS.com - Terjadi konflik antar warga di Jalan Trans Papua, Wamena-Kurulu Kampung Mulima, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Selasa (2/10/2018).

Informasi yang dihimpun Kompas.com dari kepolisian, konflik antar-warga dari Distrik Yalengga dengan masyarakat Libarek itu mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 12 orang luka-luka, serta 2 unit rumah terbakar, 1 honai terbakar, 1 unit truk serta 5 unit motor dirusak.

Adapun korban meninggal dunia antara lain Kepala Kampung Mulima Yusuf Wilil (45) mengalami luka panah di rusuk kanan. Lalu Larekma Wandikbo (55), warga Kampung Waga-waga mengalami luka tusuk di punggung belakang, dan pria berusia 50 tahun yang identitasnya belum diketahui.

Sementara korban luka-luka akibat benda tumpul berasal dari Distrik Libarek sebanyak delapan orang, yakni Stef Wilil (37) , Simson Alua (35), Yulianus Wetipo (28), Yohanes Alua (35), Atelos Jikwa (26), Etius Jikwa (27), Yulianus Wetipo (32) dan Ambuke Wandikbo (46).

Sedangkan korban luka-luka dari warga Distrik Yalengga berjumlah 4 orang, yakni Tinus Mumpo (58), Mina Wandikbo (45), Olince Togodli (40) dan Huber Alua (50).

Baca juga: Kelompok Pro dan Kontra Bupati Bentrok, Suasana Pegunungan Bintang Mencekam

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, peristiwa bentrok antar-warga ini dipicu penganiayaan yang dialami seorang wanita dari Distrik Yalengga bernama Duge Wanimbo pada tanggal 29 September 2018 lalu.

"Jadi bentrok ini bermula dari kasus penganiayaan yang dilakukan seorang pria dari Distrik Libarek. Kemudian hal ini menjadi konflik antar-warga," ungkap Kamal, Rabu (3/10/2018).

Kamal menjelaskan, puncak konflik antar-warga ini terjadi kemarin ketika warga dari Distrik Yalengga berjumlah 150 orang mendatangi warga di Kampung Mulima Distrik Yalengga, lalu mereka membakar satu honai dan menganiaya kepala kampung setempat hingga tewas.

Saat bentrok terjadi, lanjut Kamal, aparat dari Polsek Kurulu telah berupaya mengendalikan massa dari kedua belah pihak. Namun kedua belah pihak yang bertikai tidak bisa dikendalikan, sehingga bantuan kendali operasi (BKO) pun dilakukan dari Polres Jayawijaya.

"Saat itu kita langsung mengendalikan massa, lalu anggota reskrim memberikan arahan kepada masyarakat bahwa kasus penganiayaan yang menjadi pemicu kasus ini telah ditangani, sehingga tak perlu ada konflik terjadi. Kini masyarakat pun telah kembali ke rumah masing-masing, namun kami terus mengantisipasi agar tak ada bentrok susulan," ujarnya.

Baca juga: Polres Jayawijaya di Papua Amankan 1,2 Ton Petasan yang Diduga Ilegal

Kamal menambahkan, kepolisian menyayangkan bentrok antar-warga ini terjadi, apalagi tiga orang dikabarkan meninggal dunia dan 12 orang luka-luka, serta adanya kerugian material.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga di Wilayah Secapa AD Hegarmanah

Ridwan Kamil Sarankan Pembatasan Akses Warga di Wilayah Secapa AD Hegarmanah

Regional
Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Wali Kota Oded Tak Mau Temuan Klaster Secapa AD Pengaruhi Status Zona Biru Bandung

Regional
Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Unik, Pria Gunungkidul Ini Bernama 'Pintaku Tiada Dusta'

Regional
Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Museum Lawang Sewu Kembali Dibuka, Jumlah Pengunjung Dibatasi

Regional
Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Bupati Karawang Izinkan Ojol Kembali Beroperasi Bawa Penumpang

Regional
84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

84 Tenaga Medis dan Pegawai RSUD Jayapura Positif Covid-19, Diduga Terpapar dari Pasien

Regional
Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Kronologi Tewasnya Guru SD, Dibunuh karena Berontak Saat Diperkosa Tetangganya Sendiri

Regional
Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Wanita yang Ngamuk dan Lempar Alquran Dijerat Pasal Penistaan Agama

Regional
Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Bahas Klaster Secapa AD, Ridwan Kamil Gelar Rapat Mendadak dengan Wali Kota Bandung

Regional
Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Razia di Lapas Narkotika Banceuy, Puluhan Ponsel hingga Pisau Rakitan Disita

Regional
Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Dipercaya Sebagai Penurun Panas Sampai Obat Kesuburan, Buah Tempayang Jadi Primadona Ekspor

Regional
Ribuan Lebah 'Odeng' Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Ribuan Lebah "Odeng" Serang Belasan Petani Saat di Bekerja Sawah, 2 Meninggal

Regional
Diduga Tertidur Saat Memasak, Warga Makassar Tewas dalam Rumahnya yang Terbakar

Diduga Tertidur Saat Memasak, Warga Makassar Tewas dalam Rumahnya yang Terbakar

Regional
Hidup Seorang Diri, Guru SD di Banyuasin Tewas Ditangan Pemuda Pecandu Film Porno

Hidup Seorang Diri, Guru SD di Banyuasin Tewas Ditangan Pemuda Pecandu Film Porno

Regional
Video Viral Ibu Mengamuk di Depan Penghulu, Kades: Dia Tidak Dikasih Tahu Jam Pernikahan

Video Viral Ibu Mengamuk di Depan Penghulu, Kades: Dia Tidak Dikasih Tahu Jam Pernikahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X