Korban Bencana Sulteng Melahirkan Bayi Kembar Tiga di Makassar

Kompas.com - 01/10/2018, 22:46 WIB
Zaenal Abidin saat melihat bayi kembar tiga yang baru dilahirkan istrinya,  Atina,  Senin (1/10/2018) malam. KOMPAS.com/Hendra Cipto Zaenal Abidin saat melihat bayi kembar tiga yang baru dilahirkan istrinya, Atina, Senin (1/10/2018) malam.

MAKASSAR, KOMPAS.com – Seorang bidan di Puskesmas Gimpu di Kabupaten Sigi, Atina (31) yang menjadi korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah (Sulteng) melahirkan bayi kembar tiga saat mengungsi di Kota Makassar, Senin (1/10/2018) sekitar pukul 19.13 Wita.

Atina melahirkan bayi kembar tiga di RSUD Daya, Kota Makassar, dengan proses persalinan sesar. Pada persalinan ketiga ini, Atina dikaruniai seorang bayi laki-laki dan dua orang bayi perempuan dengan kondisi normal dan sehat.

Atina mengungsi ke Kota Makassar dengan menumpangi pesawat Hercules milik TNI AU. Atina mengungsi bersama suaminya, Zaenal Abidin (37) yang berprofesi sebagai guru SMK di Kabupaten Sigi dan sepupunya, Khaeruddin.

Sementara itu, dua orang anak Atina, Akila (7) dan Abizar (4) dititipkan pada keluarganya di Kabupaten Parigi Montong, Sulteng.

Saat gempa terjadi, Atina sempat terpental dua kali hingga terlepas dari tempatnya berpegang di sebuah tiang rumah. Atina terpental sejauh 2 meter dan langsung dipegangi oleh sepupunya, Khaeruddin. Atina pun bergegas ke luar rumah.

Baca juga: Kisah Ibu Hamil Terpental 2 Kali saat Gempa di Palu hingga Selamat ke Makassar

Beruntung, kondisi Atina baik-baik saja dan suaminya pun berupaya mencari rumah sakit untuk proses persalinan.

Gempa terjadi pada Jumat (28/9/2018) petang dan Atina diharapkan masuk rumah sakit untuk melahirkan pada Minggu (30/9/2018).

“Setelah gempa itu, kami mendirikan tenda di halaman rumah. Selanjutnya saya mencari rumah sakit untuk persalinan istriku, tapi sudah 4 rumah sakit saya datangi tapi tidak bisa. Saya pun dapat informasi dari warga, bahwa yang mau ke Kota Makassar segera ke bandara agar bisa naik pesawat Hercules,” kata Zaenal.

Setibanya di bandara Mutiara Sis Al-Jufrie, Kota Palu, lanjut Zaenal, dirinya pun menunggu beberapa lama agar bisa naik pesawat Hercules ke Kota Makassar. Bahkan, dirinya sempat empat kali bolak-balik menandu istrinya ke pesawat Hercules.

“Empat kali sempat bolak-balik dari ruang tunggu ke pesawat Hercules, saya dan sepupu menandu istriku. Keempat kalinya itu, barulah mendapat tempat di pesawat untuk dibawa ke Kota Makassar. Kami tiba, Senin (1/10/2018) sekitar pukul 14.30 Wita. Setibanya di bandara Makassar, kami langsung dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Daya untuk proses persalinan. Alhamdulillah, tiga bayi kembarku lahir sekitar pukul 19.13 Wita,” jelasnya.

Wakil Direktur 1 RSUD Daya, Juliani Jafar yang konfirmasi menyebutkan, Atina datang dalam kondisi sehat. Namun setelah diperiksa, bayi dalam kandungan kembar tiga dan dalam posisi melintang. Sehingga, tim medis memutuskan untuk langsung melakukan operasi sesar.

“Ibu serta tiga bayi kembarnya lahir dalam keadaan normal dan sehat. Ketiga bayi kembar ini dalam proses perawatan dalam inkubator di ruang NICU, sedangkan sang ibu dalam proses pemulihan pasca-persalinan,” tuturnya.

Juliani menambahkan, pihaknya telah membantu proses persalinan tiga orang ibu korban bencana Sulteng.

Baca juga: Selesai Dirawat di Makassar, Korban Gempa Palu Mengungsi ke Surabaya

Sebelum Atina, pihaknya telah membantu melakukan persalinan untuk Ibu Miana yang melahirkan bayi perempuan pada Minggu (30/9/2018) siang dan ibu Nuraida melahirkan bayi perempuan pada Senin (1/10/2018) siang.

“Kelahiran bayi kembar tiga ini merupakan pertama kali terjadi di RSUD Daya. Ini sangat luar biasa, karena bertepatan sang ibu adalah korban bencana Sulteng. Sudah ada tiga ibu korban bencana Sulteng yang kita tangani dan alhamdulillah semua dalam kondisi selamat dan sehat,” tambahnya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X