Makam Warga di Lahan Pembangunan Bandara Kulon Progo Dipindah

Kompas.com - 25/09/2018, 23:19 WIB
Makam relokasi Desa Glagah bagi warga terdampak pembangunan Bandara NYIA, terus berbenah. Pemindahan kembali berlangsung mulai Selasa (25/9/2018). KOMPAS.com/Dani JMakam relokasi Desa Glagah bagi warga terdampak pembangunan Bandara NYIA, terus berbenah. Pemindahan kembali berlangsung mulai Selasa (25/9/2018).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Relokasi kuburan milik warga kembali berlangsung di kawasan pembangunan bandara udara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lebih dari 20 kuburan dari 7 kompleks makam di Desa Glagah, Temon, dipindah.

Pemerintah desa menyediakan kompleks baru makam seluas 6.000 meter persegi di Pedukuhan Bebekan yang berada di luar pagar NYIA.

Makam baru itu berada di samping perumahan relokasi warga. Pemerintah desa menata lahan itu sesuai asal makam.

"Sisa-sisa makam dari 7 titik (komplek). Memang sudah ada beberapa warga ahli waris yang mau (relokasi)," kata Kepala Desa Glagah, Agus Parmono, Selasa (25/9/2018).

Baca juga: 7 Fakta Megaproyek NYIA, Dikejar Waktu hingga Dikawal Komnas HAM

Pembangunan NYIA sudah memasuki tahap pembangunan fisik. Bersama itu, sisa kepemilikan warga di dalam kawasan pembangunan NYIA terus direlokasi ke tempat yang sudah disediakan, termasuk makam.

Agus mengatakan, PT Angkasa Pura I menargetkan pemindahan makam di desanya selesai September 2018. "Maunya AP I urusan makam selesai akhir September," kata Agus.

Relokasi makam sama alotnya dengan upaya relokasi warga. Karenanya ratusan kuburan warga masih tersebar di beberapa kompleks pemakaman di kawasan pembangunan NYIA.

Ratusan kuburan masih tersisa di kawasan NYIA ini utamanya di wilayah Desa Glagah dan Palihan. Warga dan ahli waris bersikukuh mempertahankan kuburan keluarga mereka.

"Tapi hari ini ada 20-an makam bisa dipindah. Beberapa keluarga penolak (pembangunan bandara) sudah bersedia," beber Agus.

Kondisi serupa dirasakan Kepala Desa Palihan, Kalisa Paraharyana. Ia mengungkap, pemindahan makam masih berlangsung alot. Para ahli waris keluarga pemilik makam di desanya menolak rencana pemindahan ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X